Kapan Saat yang Tepat Membuat Tabungan Pendidikan Anak, ini Jawabannya

Berita Lampung, Portal Berita Lampung, Berita Lampung Terkini, Berita Daerah Lampung, Web berita Lampung, Berita Nasional Terkini, Berita Kuliner, Berita Kuliner Lampung, Portal Berita Lampung Terkini, Portal Berita Pariwisata Lampung, Portal Berita Pariwisata Nasional, Portal Berita HPN, Portal Berita Asian Games

JAKARTA (Lampungpro.com): Sejumlah pasangan muda yang baru menikah terkadang mengalami kebingungan bagaimana cara menyisihkan dana pendidikan untuk anak di saat masih dibebani dengan angsuran/cicilan rumah dan mobil. Dilema pun datang saat pertanyaan tersebut mulai muncul baik dari pihak pasangan ataupun pihak keluarga lainnya.

Tak perlu khawatir, karena jawabannya adalah sedini mungkin dana pendidikan harus sudah mulai disiapkan. Sehingga, sudah ada perkiraan berapa banyak tabungan atau saving yang harus dipersiapkan agar sang buah hati dapat menyelesaikan tiap jenjang pendidikannya dengan lancar.

“Besaran persentase dari penghasilan yang sebaiknya disimpan dari gaji biasanya range sepuluh sampai tiga puluh persen. Itupun sudah mencakup untuk dana–dana kebutuhan lainnya,” kata Ligwina Hartanto, seorang financial trainer, di Jakarta, Senin (12/2/2018)

Menurut dia, ada beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua agar dapat menghimpun uang pendidikan untuk si anak. Yaitu, mulailah sedini mungkin. Sebelum mempunyai anak, Anda sudah harus memikirkan dana pendidikan si anak. Dan, sebaiknya dilakukan saat anak telah lahir dengan mulai menabung.

Kemudian, buatlah perencanaan secara berjangka. Jangka pendek bisa dihitung dari usia si anak 0-5 tahun. Jangka menengah untuk kebutuhan anak usia 5-10 tahun, dan jangka panjang adalah 10 hingga ke atas. Kategorinya bebas, bisa mengikuti jenjang seperti SD, SMP, SMA asalkan uangnya terkoordinir dengan jelas.

Untuk orangtua yang gemar jalan–jalan dan makan di luar. Mulailah perbaiki kebiasaan hidup boros seperti makan di kafe lebih dari dua minggu sekali atau hangout yang berlebihan. Buatlah perencanaan berlibur dan berjalan–jalan yang realistis, dan alihkan uangnya untuk tabungan pendidikan.

Kumpulkan secara bertahap. Apabila Anda terkendala dengan bayaran lainnya, kumpulkan dengan tujuan. Misalnya setahun sebelum anak SD, Anda mengumpulkan untuk biaya uang pangkal dan kebutuhannya.

Untuk Anda yang senang dengan produk investasi, jangan asal tergiur dengan beragam jenis asuransi dan investasi yang mengatasnamakan pendidikan. Coba hitung ilustrasi dan kebutuhan Anda, pilihlah produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.  (**/PRO2)

 

 



#anak # asuransi # pendidikan # ilustrasi # lampung # anggaran # jakarta # indonesia
Berita Terkait
Ulasan