Belum Ada Teknologi Telur Ayam Palsu, Simak Penjelasan Disbunak Lampung

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Lampung meminta masyarakat tidak cepat percaya dengan isu telur palsu. Menurut Kepala Disbunak Provinsi Lampung, Dessy Desmaniar Romas, jangankan telur palsu, teknologi membuat kulit telur palsu pun belum ada.

"Kami sudah mengklarifikasi masalah ini ke Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Institut Pertanian Bogor, terkait banyaknya berita heboh tentang telur palsu di Lampung. Jadi, sampai detik ini belum ada teknologi manusia yang dapat membuat kulit telur ayam dan isinya," kata Dessy Desmaniar Romas mengonfirmasi Lampungpro.com, Kamis (16/3/2018).

Konfirmasi tersebut, kata Dessy, langsung dia sampaikan ke Guru Besar Kesmavet Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) IPB Prof. Dr. drh. Deny Widaya Lukman. Berdasarkan konfirmasi itu, telur yang dihebohkan itu umurnya sadah lama, mungkin lebih dari empat minggu.

BACA JUGA: Waspada Ada Telur Diduga Palsu di Kota Metro, ini Bahan Telur Palsu

Telur yang lama disimpan menyebabkan putih telur menjadi relatif lebih encer dan kuning telur yang relatif jadi lebih lunak karena kekentalannya menurun. Kemudian, jika disebut ada bintik hitam di kuning telur artinya telur asli, itu salah. "Telur yang baik justru kuning telurnya bersih, tidak ada bintik-bintik warna lain," kata Dessy.

Dessy melanjutkan, dikatakan ada plastik di bagian dalam kulit telur, itu juga salah. Kulit telur itu terdiri atas beberapa lapisan hanya jelas dilihat dengan mikroskop. Lapisan terluar itu dari luar adalah kutikula, lapisan ini rusak jika telur dibersihkan atau ada gesekan saat telur menggelinding di atas kawat kandang dan jika umur telur lama.

Kulit telur, yang tersusun kuat dan mengandung kalsium. Warna dan kekuatan kulit dipengaruhi jenis ayam dan pakan ayam. Membran kulit telur yang dibilang 'plastik' yang melindungi isi telur. Membran ini juga ada dua lapis yakni bagian luar yang kontak dengan kulit telur dan bagian dalam yang kontak dengan putih telur.

"Kulit telur yang berlapis dan kokoh diciptakan Tuhan untuk melindungi calon anak ayam di dalamnya dari faktor-faktor lingkungan, terutama kuman. Jadi, informasi mengenai telur palsu itu tidak benar, menyesatkan, dan fitnah. Kalau ada yang bilang telur palsu jangan langsung percaya. Jadilah konsumen cerdas dan bijak," kata Dessy. (PRO1)



#telur palsu # teknologi telur palsu # kesmavet # ipb bogor # dinas perkebunan dan peternakan # provinsi lampung # dessy desmaniar romas
Berita Terkait
Ulasan