Cuti Lebaran Tambah dari Empat Menjadi Tujuh Hari, ini Alasan Pemerintah

JAKARTA (Lampungpro.com): Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, penambahan libur bersama pada Idulfitri 1439 Hijriah yaitu 11, 12, dan 20 Juni 2018 disesuaikan dengan perkirakaan kepadatan lalu lintas pada arus mudik dan arus Lebaran agar berjalan lancar. “Jadi arus lalu lintas itu kemudian tidak terjadi stuck atau hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Puan kepada wartawan usai Rapat Terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/4/2018) sore.

Pemerintah memutuskan menambah cuti bersama Idulitri 1439 Hijriah atau 2018 Masehi dari sebelumnya empat hari, yaitu 13,14, 18, dan 19 Juni menjadi tujuh hari yaitu 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018. Dengan demikian, secara keseluruhan libur Lebaran 2018 ada 12 hari  terdiri dua hari libur reguler (Sabtu dan Minggu, 9 dan 10 Juni), dua hari libur Idulfitri yakni 15 dan 16 Juni, serta tujuh hari cuti bersama yaitu 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018.

Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) revisi Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018 itu dilakukan Menteri Agama Lukman Saifuddin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Asman Abnur, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan disaksikan Menko PMK Puan Maharani dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Puan Maharani berharap penambahan cuti bersama ini bisa bermanfaat.

Mengenai sanksi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak masuk kerja di luar libur dan cuti bersama, Puan kesepakatan yang ada dalam SKB tiga Menteri  bahwa libur cuti bersama itu hanya empat hari sebelum Lebaran ditambah tiga hari sesudah Lebaran. “Kalau kemudian ada PNS atau ASN yang tidak mematuhi hal tersebut, tentu atasan atau Kementerian PANRB akan memberikan teguran,” kata Puan. (PRO1)

 



#cuti bersama # lebaran # mudik # arus mudik # arus balik # skb tiga menteri # ramadan # idulfitri
Berita Terkait
Ulasan