Harga Kopi Lampung tak Berdampak Positif atas Kenaikan Dolar

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Harga kopi di Lampung tak berdampak positif atas kenaikan dolar AS atas Rupiah yang menyentuh level Rp14.260. Selain demand yang belum bergerak, pasar ekspor kopi dunia kini dibanjiri kopi robusta Vietnam.

"Kalau pun tahun ini petani merasakan dampak positif, itu bukan karena kenaikan dolar. Tapi panen tahun ini lebih dari tahun lalu. Jadi faktor gain atas kenaikan dolar itu tak signifikan," kata eksportir kopi dan lada Lampung, Sumita, kepada Lampungpro.com, Senin (28/5/2018).

Sumita yang juga penasehat Asosiasi Ekportir Kopi Indonesia (AEKI) Provinsi Lampung itu mengatakan harga basis kopi Lampung masih bertahan di angka Rp28 ribu/kg dan harga di tingkat petani berkisar Rp22 ribu-Rp23 ribu/kg. Sedangkan harga kopi di terminal London, Inggris, per hari ini masih 1.750 dolar/ton.

Saat ini petani kopi di sejumlah sentra baru panen raya. Meskipun hasil panen tahun ini lebih baik dari tahun lalu, para eksportir masih wait and see atas melimpahnya kopi Vietnam di pasar ekspor. Menurut Sumita, pasar lokal kini justru lebih bergairah ketimbang eskpor.

Menurut Sumita yang juga Ketua Asosiasi Eksportir Lada Indonesia (AELI) Lampung itu, konsumsi kopi dalam negeri kini di posisi 1,1 kg-1,2 kg/kapita/tahun. "Sekarang posisi ekspor dan pasar dalam negeri hampir sama. Kebutuhan kopi dalam negeri kini mencapai 260 ribu ton-280 ribu ton per tahun," kata Sumita.

Produksi kopi Lampung, kata dia, masih berkisar 240 ribu ton/tahun. "Sebenarnya para pemain kopi sudah mulai mengarahkan pasar ke dalam negeri yang terus bergairah daripada ekspor yang kita tidak bisa kontrol harganya," kata Sumita. (PRO1)



#kopi # kopi robusta # kopi lampung # aeki # ekspor kopi # panen kopi # kopi liwa # kopi specialty # kafe
Berita Terkait
Ulasan