Membusuk di Kebun Sawit Warga, Tim Selidiki Kematian Gajah Liar ini

BENGKULU (Lampungpro.com): Seekor gajah liar berjenis kelamin betina ditemukan mati di wilayah Hutan Produksi Air Teramang, Desa Retak Mudik, Kecamatab Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Sabtu (30/6/2018). Gajah diperkiraan mati sekitar satu minggu atau 21 Juni 2018.

Gajah dewasa berumur lebih dari 20 tahun mati di kebun sawit yang baru ditanami warga Desa Tunggang. Di sekitar lokasi juga ditemukan kotoran dan jejak kaki kelompok gajah liar dan dua pondok kebun yang dihancurkan gajah liar.

Namun belum diketahui penyebab kematiannya. Tim Gabungan BKSDA Bengkulu masih memeriksa nekropsi. Tim yang dipimpin drh. Yanti terdiri dari dokter hewan, polhut, TPHL, enam anggota Polsek Sungai Rumbai (Kapolsek, tim penyidik Polsek Sungai Rumbai), satu Babinsa Koramil Ipuh, dan satu PHS-KS.

Pada pemeriksaan forensik veteriner diambil 14 sampel dari hasil bedah bangkai. "Tujuannya untuk pemeriksaan toksikologi dan histopatologi. Selain itu juga koleksi sampel untuk pemeriksaan DNA. Dari pemeriksaan bedah bangkai, pemeriksaan makroskopis menunjukkan beberapa organ mulai hancur dan membusuk," kata Yanti.

Sampel yang diambil untuk pemeriksaan laboratorium guna menegakkan diagnosa penyebab kematian satwa. Penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan aparat gabungan dari Dirjen Gakkum, BKSDA Bengkulu, Taman Nasional Kerinci Seblat, Polsek Sungai Rumbai, Koramil Ipuh dan pihak desa setempat. Hutan Produksi Air Teramang dan sekitarnya merupakan habitat populasi terakhir kelompok besar gajah liar di Bengkulu. (PRO1)



#gajah liar # gajah sumatera # bksda # polhut # kebun sawit # habitat gajah # hewan dilundungi # taman nasional kerinci seblat # bengkulu
Berita Terkait
Ulasan