TNI AL Amankan Penyelundupan Kepiting di Riau

RIAU (Lampungpro.com) : Tim First Fleet Quick Response (FFQR) Pangakalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai, berhasil mengamankan dan menggagalkan penyelundupan kepiting petelur yang diduga ilegal dan bakal dibawa ke Malaysia. Penangkapan itu terjadi di Perairan Tanjung Kapal, Pulau Jentele Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, Riau pada posisi 01° 45' 246” U - 101° 25' 392” T.

Dari rilis Komando Armada I, penangkapan itu berawal adanya informasi dari masyarakat kepada unit intel Lanal Dumai. Ada speed boat membawa kepiting betina/telor pada malam hari, dari Dumai-Riau ke Pulau Rupat yang diduga akan diekspor ke Malaysia. Menindaklanjuti informasi tersebut, Lanal Dumai kemudian melaksanakan operasi penyekatan dengan dibagi menjadi dua tim, yakni tim darat di wilayah Sungai Dumai dan tim laut di Perairan Rupat, menggunakan sea rider.

Dari tim darat, diketahui adanya speed boat 200 PK bermuatan kepiting, berangkat dari Sungai Dumai. Selanjutnya, tim laut juga melaksanakan pengintaian dan mendeteksi ada speed boat tersebut, melintas dan langsung melakukan pengejaran. "Pagi hari di Perairan Tanjung Kapal Pulau Jentele, tim laut berhasil menghentikan dan menangkap speed boat 200 PK," ujar keterangan Lanal Dumai, Kamis (2/8/2018).

Lanal Dumai mengamankan kepiting sebanyak 22 kotak, dengan jenis Aaa sebanyak empat kotak, Aa dua kotak, Ack empat kotak, Acb empat kotak, As sekotak, TL enam kotak, dan B sekotak. Tidak hanya itu, pemilik berinisial SA serta empat orang Anak Buah Kapal (ABK) juga turut diamankan. Hasil pemeriksaan sementara, kepiting betina tersebut dikirim dari Sumatera Utara menuju Dumai menggunakan jalur darat (kendaraan roda empat) pada saat larut malam, diiduga untuk menghindari pengawasan patroli.

Kemudian kepiting itu, diseberangkan menuju Pulau Rupat dengan alasan untuk konsumsi masyarakat di Pulau Rupat, namun hal tersebut perlu dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut karena berdasarkan adanya informasi/laporan dari masyarakat bahwa kepiting akan di ekspor ke Malaysia secara illegal demi keuntungan pribadi. Atas dugaan pelanggaran tersebut, Speed Boat 200 PK beserta muatan kepiting betina dibawa ke Pangkalan TNI Angkatan Laut Dumai (Posmat Sungai Dumai) guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(**/PRO4)



#PENYELUNDUPAN # KEPITING PETELUR # LANAL DUMAI # TNI AL # SUMATERA # LAMPUNG
Berita Terkait
Ulasan
X