Ini Tata Cara Pengelolaan Hewan Kurban Ala ISPI Lampung

ISPI Lampung, Idulahda 2018, Ibadah Kurban, Lampung, Bandar Lampung, Lampungpro.com, Info Lampung, Info Terkini, Info Kurban, Info Ibadah, NU Bandar Lampung, NU, Ichwan Adji Wibowo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Ketua Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Lampung, Ichwan Adji Wibowo mengingatkan seluruh masyarakat untuk memperhatikan tata cara pengolahan hewan kurban yang baik. Sebelum dipotong, kata Adji, hewan kurban ditempatkan di tempat teduh, cukup air minum dan tenang. "Sebaiknya sebelum 12 jam pemotongan, hewan dipuaskan makan dan terjaga kesehatannya," kata Adji kepada Lampungpro.com, Sabtu (4/8/2018) siang.

Tempat pemotongan pun harus terpisah dengan lokasi penampungan hewan. Lubang penampung darah minimal memiliki ukuran 50x50x50 sentimeter per ekor sapi. Pemotongan hewan sapi disembelih pada leher belakang jakun kurang lebih 8 sentimeter di belakang lengkung rahang bawah dengan memutus tenggorokan, kerongkongan dan dua arteri carotis.

Sementara, penyempurnaan pemotongan dilakukan segera setelah hewan benar-benar mati otak yang ditandai hilangnya refleks pupil dan refleks kelopak mata. Orang yang akan memotong hewan kurban juga harus berpakaian bersih, tidak sambil merokok dan berbicara. "Petugas bersih, sarana prasarana bersih dan proses baik," kata Adji.

Usai disembelih, hewan kurban juga harus diperiksa kembali. Pemeriksaan diutamakan pada bagian paru-paru, hati, limpa, dan usus. "Juga menyingkirkan bagian yang berpenyakit atau tidak layak konsumsi," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Bandar Lampung ini.

Penanganan daging sebaiknya dipisah dengan penanganan organ dalam hewan. Organ dalam berwarna hijau juga harus dipisah dengan organ dalam berwarna merah. "Hasil kurban dibersihkan dengan air mengalir, tetapi bukan sungai," kata alumni Universitas Lampung ini.

Daging hewan kurban harus dikemas dengan plastik transparan, serta dipisahkan dengan organ dalam. Penyimpanan hasil kurban juga harus ditempatkan di lemari pendingin atau freezer. "Jika tidak, harus segera diolah, maksimal enam jam," kata dia.

Adji juga mengimbau masyarakat membeli hewan kurban yang sudah diperiksa petugas. Hewan yang telah melalui pemeriksaan dinilai lebih layak dan baik untuk dikurbankan. "Cari yang sudah diperiksa," kata dia. (SYAHREZA/PRO3)



#ISPI Lampung # Idulahda 2018 # Ibadah Kurban
Berita Terkait
Ulasan