Jalan Panjang Defia Raih Emas, Ditinggal Ayah Wafat saat Latihan di Korea

JAKARTA (Lampungpro.com): Di balik kegembiraan meraih medali emas pertama untuk Kontingen Indonesia di Asian Games 2018, Taekwondoin Indonesian Defia Rosmaniar menyimpan kisah duka saat persiapan. Sang Ayah, Ermanto, meninggal dunia saat Defia berlatih di Korea Selatan pada April 2018.

Menurut Manager Tim Taekwondo Indonesia Rahmi Kurnia, perjuangan berat ditempuh sebelum meraih emas nomor Poomsae individual putri. Defia berangkat ke Korea Selatan pada 11 Maret 2018, untuk berlatih.

Namun baru seminggu di Negeri Ginseng itu, Defia menerima kabar Sang Ayah wafat. Tapi Defia tak diperkenankan pulang untuk pemakaman ayahnya, karena harus mengikuti program latihan yang ketat. "Kami baru pulang ke Indonesia 20 April 2018. Setelah mendatangi makam ayahnya, kami langsung berangkat lagi ke Korea untuk latihan," kata Rahmi, Minggu (19/8/2018).

Perjuangan Defia tak sampai di situ. Sejak April 2018, dia harus rela tak bertemu keluarga. Meski kembali dari negeri asal Taekwondo itu ke Indonedia pada 11 Agustus 2018, Defia belum menemui keluarganya. Namun semua perjuangan itu kini berbuah manis.

BACA JUGA: Asian Games: Taekwondoin Defia Rosmania Raih Emas Pertama Indonesia

Defia meraih emas setelah mengalahkan Marjan Salahshouri dari Iran dengan angka 8.690-8.470 dalam pertandingan di JCC Senayan. Sebelumnya Defia maju ke babak semifinal setelah lolos dari babak 16 besar dan perempat final.

Di babak 16, Defia menyingkirkan Wong Kai Yu dari Hongkong, sementara di perempat final mengalahkan Tuyet Van Chau dari Vietnam. Di babak semifinal bertemu wakil Korea, Jihye Yun. Gadis yang dalam fotonya di laman Asian Games berhijab ini lahir 23 tahun lalu pada 25 Mei 1995. Desfia mempunyai tinggi 167 cm dan berat 51 kg. Defia berhasil merebut medali emas pada nomor unggulannya. (PRO1)



#asian games # 2018 # taekwondo # medali emas # defia rosmaniar # kontingen indenesia # jakarta # palembang
Berita Terkait
Ulasan