KPK: Kasus Century Lanjut Terus, Kasih Kita 1.000 Penyidik

JAKARTA (Lampungpro.com) : Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang memastikan pengusutan kasus dugaan korupsi Bank Century tetap berlanjut. Penegasan ini sekaligus merespon pernyataan salah satu inisiator Pansus Century DPR, Mukhammad Misbakhun yang beum lama ini mendesak KPK segera menyelesaikan kasus bailout Bank Century. "Century itu hanya masalah waktu saya pikir ya, makanya sabar saja," ujar Saut, Jumat (12/10/2018).

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan satu tersangka yakni mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya. Budi sudah divonis 15 tahun penjara di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA). Budi Mulya disebut melakukan korupsi bersama-sama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior BI, Siti Chalimah Fadjrijah selaku Deputi Gubernur Bidang 6 Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah,

Kemudian Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bidang 7 Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR dan Perkreditan, Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang 5 Kebijakan Perbankan/Stabilitas Sistem Keuangan. Selanjutnya, Hartadi Agus Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang 3 Kebijakan Moneter, dan Ardhayadi Mitroatmodjo selaku Deputi Gubernur Bidang 8 Logistik, Keuangan, Penyelesaian Aset, Sekretariat dan KBI. 

Selain itu, ada nama lain yakni Robert Tantular dan Hermanus Hasan, dan Raden Pardede selaku Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). "Itu kan sudah jelas ya, putusan Budi Mulya kan sudah jelas, tinggal tunggu waktu saja," kata Saut.

Saut sempat menyinggung bahwa lembaga antirasuah masih kekurang sumber daya manusia untuk menyelesaikan banyak kasus korupsi di negeri ini. Sehingga banyak kasus lama yang belum terselesaikan. "Makanya kasih gue penyidik 1.000 orang biar cepat," tegasnya.(**/PRO4)



#KPK # BAILOUT CENTURY # KASUS BANK CENTURY # BANK INDONESIA # LAMPUNG
Berita Terkait
Ulasan