Tanggul Bendungan Jebol Banjiri Ribuan Warga, ini Kata Pemkab Pringsewu

PRINGSEWU (Lampungpro.com): Jebolnya tanggul Bendung Way Gatel, Pekon Parerejo, Kecamatan Gading Rejo, yang baru dibangun dengan dana Rp9,7 miliar membuat ratusan hektar sawah banjir dan gagal panen. Terkait hal Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyebutkan tubuh bendungan tidak masalah.

"Bangunan yang jebol sekarang bukan tubuh bendung. Tubuh bendung yang kita bangun tidak masalah, yang jebol tanggul Sungai Way Bulok di hulu bangunan tubuh Bendung Way Gatel," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu, Andy Purwanto, di Pringsewu, Senin (18/2/2019).

Menurut Andy Purwanto, tahun ini sudah diprogramkan bangunan pelimpas di tanggul Sungai Way Bulok. "Proses saat ini sedang proses ganti rugi lahan untnk bangunan pelimpas," kata Andy Purwanto.

Hujan lebat dan banjir besar yang mengepung Kabupaten Pringsewu sejak Sabtu (16/2/2019) malam, membuat jebol tanggul di atas Bendung Way Gatel. Bendungan buatan Belanda pada 1938 ini mengaliri sawah warga di Panjerejo, Bulukarto, Wates, Klaten, Bulukrejo, Wates Timur, dan Blitarejo.

BACA JUGA: Bendungan Jebol Ratusan Hektare Sawah di Pringsewu Banjir dan Gagal Panen

Bendungan Way Gatel menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu yang mampu mengaliri lebih kurang 700 hektare lahan sawah. Pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Pringsewu, 2 April 2018, dicantumkan nilai pagu Pembangunan Bendung Way Gatel tercantum Rp10 miliar dengan nama paket AIR-01 dan kode lelang 495337.

Proyek di bawah satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu. Lelang proyek ini diikuti 12 peserta dengan rangking tertinggi PT Kencana Biru Perkasa. Harga penawaran perusahaan itu Rp9,7 miliar dan harga terkoreksi juga Rp9,7 miliar. (PRO1)

 



#banjir # hujan lebat # bencana alam # bendungan # sawah # gagal panen # pringsewu # lampung # bendung way gatel
Berita Terkait
Ulasan