Prabowo Janji Bentuk Tim Pencari Bukti Kebocoran Kekayaan Negara

JAKARTA (Lampungpro.com) : Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan, akan membentuk tim khusus untuk mencari bukti adanya kebocoran kekayaan negara sebesar Rp11 ribu Triliun yang terjadi di Indonesia. Tim tersebut janjinya, akan dibentuk jika dirinya resmi terpilih menjadi presiden pada Pemilihan Presiden 2019 yang dilaksanakan 17 April. Tim akan ia tugaskan untuk untuk mencari bukti kebocoran. "Kalau saya sudah dilantik saya akan segera bentuk tim untuk mencari bukti (kebocoran Rp11 ribu triliun) itu," kata dia.

Prabowo pun beberapa waktu lalu sempat menyebut kekayaan negara saat ini masih banyak yang bocor dan mengalir ke luar negeri. Dia sempat menyebut, total kekayaan negara yang bocor ke luar negeri mencapai Rp11 ribu triliun. Menurutnya, pemerintah sebenarnya sudah mengetahui kebocoran anggaran tersebut. Sebagai informasi saat melaksanakan Program Pengampunan Pajak pada 2016 lalu, Presiden Jokowi memang pernah menyebut jumlah uang masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri mencapai Rp11 triliun.

Tapi, sampai dengan program berakhir, total harta warga negara Indonesia di luar negeri yang dilaporkan hanya Rp1.031 triliun. Dari total harta yang dideklarasikan itu pun, yang berhasil ditarik ke dalam negeri hanya Rp147 triliun. Prabowo bingung kenapa setiap kali ia ngomong soal kebocoran kekayaan negara tersebut, dirinya selalu diminta bukti. Padahal soal angka ini justru pemerintah lah yang menurut dia lebih tahu adanya kebocoran anggaran. "Soal angka Rp11 ribu triliun ini justru pemerintah lebih tahu kalau memang minta bukti," ujar dia.

Selain kembali menyinggung soal kebocoran kekayaan negara, Prabowo juga menyinggung global government failure atau kegagalan pemerintah. Kegagalan ini menurut dia bisa dilihat dari banyaknya ketimpangan ekonomi atau economic disparity. "Satu persen menguasai semuanya, hampir. Tolong media hampir semuanya. Food security, krisis ekonomi, orang itu enggak bisa enggak makan," jelas dia.

"Ketimpangan ekstrim, jadi kita lihat bahwa rata-rata kalau dibagi 10 orang, satu orang yang tertinggi dia menguasai 75 persen kekayaan. Orang yg termiskin malah kekayaannya minus karena dia berhutang. Mati pun kadang-kadang susah dia. Kenapa susah? Karena tidak ada yang biayai ongkos kirim dia ke desa untuk dimakamkan," terang dia.(**/PRO2)



#KEBOCORAN NEGARA # PRABOWO SUBIANTO # CAPRES # JANJI KAMPANYE # LAMPUNG
Berita Terkait
Ulasan
X