BPS Catat Nilai Tukar Pertanian Lampung Kembali Turun

BPS Lampung, Nilai Tular Pertanian, Bisnis, Lampung, Bandar Lampung, Lampungpro.com, Info Lampung, Info Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung kembali mencatat Nilai tukar pertanian (NTP) di Provinsi Lampung mengalami penurunan pada bulan Maret dengan jumlah penurunan sebanyak 0,24 persen.

Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum mengatakan penurunan tersebut disebabkan karena pada Maret 2019 beberapa daerah dipedesaan mengalami inflasi sebesar 0,84 persen serta indeks bahan kelompok makanan mengalami kenaikan sebesar 1,71 persen.

"Kami mencatat nilai tukar pertanian Lampung turun dibeberapa subsektor seperti tanaman pangan sebesar 1,08%, tanaman perkebunan rakyat menurun 0,11%, perikanan tangkap turun 0,16% serta perikanan budidaya turun sebesar 1,04% meskipun disektor hortikultura dan peternakan naik sebesar 0,95 persen dan 0,19 persen namun secara umum jika digabungkan mengalami penurunan," kata Yeane Irmaningrum, Selasa (02/04/2019).

Yeane Irmaningrum menambahkan NTP Maret 2019 pada tanaman padi dan palawijaya jatuh pada angka (118,02), tanaman hortikultura (91,83), tanaman perkebunan rakyat (92,33), peternakan (114,20), perikanan tangkap (117,35), perikanan budidaya (95,33), dan tanaman pangan (144,44).

"Selain itu, NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayarkan, hal tersebut merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani, semakin tinggi nilai NTP secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani," ucap dia.

Meskipun NTP mengalami penurunan, BPS menyebut penurunan tersebut masih relatif normal dibandingkan dengan 15 provinsi lainnya yang juga mengalami penurunan dengan penurunan tertinggi didapat Provinsi DKI Jakarta sebesar 2,43 persen dan kenaikan NTP tertinggi terjadi di Sulawesi Tenggara dengan jumlah 1,41 persen. (FEBRI/PRO3)



#BPS Lampung # Nilai Tular Pertanian # Bisnis
Related Post
COMMENTS