Lampung Selatan Gelar Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa

LAMPUNG SELATAN (Lampungpro.com): Salah satu upaya untuk memberikan wawasan dan strategi kepada kepala desa dan aparat desa lainnya, dalam mengimplemntasikan program pembangunan dibutuhkan adanya Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa.

Hal itu dikatakan Kabid Perpustakaan Daerah Lampung Selatan Septiana saat Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan Desa Kabupaten Lampung Selatan 2017, di Ruang Layanan PerpuSeru Krakatau, lantai dasar Masjid Agung Kubah Intan Kalianda, Senin (20/3/2017) pagi.

Septiana menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk memberikan dukungan dan menyamakan persepsi dalam implementasi kebijakan program nasional pengembangan perpustakaan desa. Selain itu, meningkatkan pemberdayaan perpustakaan desa. “Serta terwujudnya gagasan program Satu Desa Satu Perpustakaan,” kata dia.

Kemudian, tujuan lainnya agar terjalinnya sinkronisasi program kabupaten dan desa dalam upaya pengembangan perpustakaan. Dan, mencerdaskan masyarakat dengan budaya Gemar Membaca dan belajar seumur hidup.

Kegiatan dilaksanakan selama 6 hari, yaitu pada 20-23 Maret 2017, dengan kegiatan pelatihan strategi pengembangan perpustakaan dan pelatihan teknologi informasi dan komunikasi) pada 29-30 Maret 2017. Peserta pelatihan terdiri dari lurah dan kepala desa serta pengeloa perpustakaan desa dari empat desa mitra program PerpuSeru CCFI  (Pasuruan, Titiwangi, Rawaselapan, dan Krinjing) berjumlah 26 peserta.

Narasumber dari DPAD Kabupaten Lampung Selatan dan Tim Perpuseru Coca Cola Foundation Indonesia. Sedangkan materi yang disampaikan yaitu, Startegi Pengembangan Perpustakaan, Strategi Pelibatan Masyarakat, Promosi Perpustakaan, Perpustakaan Desa Berbasis Teknologi Informasi Komputer, dan Pendokumentasian Kegiatan Perpustakaan.

“Bagi kepala desa dan aparat desa agar dapat mengembangkan potensi desa agar bermanfaat bagi masyarakat dan meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal. Dan, bagi pengguna atau pemustaka bagaimana mengimplementasikan buku-buku yang dibaca di perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan dapat memanfaatkan sarana teknologi dan Informasi yang disediakan. Agar pengetahuan dan keterampilan masyarakat bisa bertambah,” kata dia.

Menurut Septiana, pada 2017, ada beberapa desa yang akan diberi pendampingan atau bermitra dengan Perpuseru dan mendapatkan bantuan sarana komputer bagi desa yang sudah diverifikasi oleh DPAD dan Perpuseru Indonesia.”Sehingga, akan desa bisa mendapatkan perhatian dan dukungan, sehingga menjadi Perpustakaan Desa Percontohan.”

Kegiatan itu nantinya boleh berkolaborasi dan tetap menggunakan sistem holistik terintegratif yang di dalamnya ada PAUD, BKB. “Dan, kegiatan  masyarakat pun harus digabungkan seperti PKK dan posyandu yang bersatu padu dalam berbagai sentra kegiatan," kata dia.

Lebih jauh dia menyampaikan kegiatan lainnya yang ada dalam program perpustakaan desa yaitu menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat dengan adanya pelatihan komputer dan internet gratis. “Kemudian, kegiatan komunitas, pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," kata dia. (**/PRO2)

 



#Perpustakaan # Desa # Aparatur Desa # Lampung Selatan # Pelatihan
Berita Terkait
Ulasan