Bupati Lampung Utara Dikenal Royal dan Peduli di Lingkungan Rumah Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co):
Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK RI, di Kabupaten Lampung Utara pada Minggu (6/10/2019) malam, yang menyeret nama Bupati Agung Ilmu Mangkunegara bersama enam orang lainnya. Tetangga yang berada di rumah pribadi Agung di Jalan Stan Haji, Kota Sepang, Bandar Lampung mengaku kaget dan belum mengetahui jika tetangganya tersebut tertangkap tangan.

"Saya tidak tahu kalau Agung tertangkap KPK dan saya kaget saat ditanya para awak media. Saya terakhir bertemu Agung saat dia dilantik bupati untuk kali kedua. Setelahnya dia jarang sekali pulang kesini. Sering lihat penjaga rumah yang tiap harinya bersih-bersih," kata Toni kepada Lampungpro.co, Senin (7/10/2019) siang.

Hal senada juga dikatakan oleh Riski pemilik busana di dekat rumah pribadi Agung yang menyebutkan tidak mengetahui dan jarang ke rumah tersebut. Riski menilai, Agung orang yang bagus dan peduli dengan tetangga sekitar.

"Dia itu baik sebenarnya dan sering berbagi dengan tetangga. Terlebih saat bulan puasa berlangsung sering kasih takjil ke masjid. Saya pernah ngobrol dengan dia. Tapi waktu itu dia masih menjadi Camat Tanjung Senang. Cuma terakhir ketemu pas syukuran dia jadi bupati," ujar Riski.

Ditemui terpisah, Ketua RT 05 Kelurahan Kota Sepang Kecamatan Labuhan Ratu, Sahrudin yang menjadi wilayah rumah kediaman Agung di Bandar Lampung, mengungkapkan bahwasanya Agung Ilmu Mangkunegara ini terkenal sangat royal dan tidak segan memberikan uangnya kepada warga. "Dia ini royal, namun royalnya ini untuk kebaikan. Terakhir waktu Iduladha, dia kurban di masjid sini. Kalau ada kegiatan warga terlebih yang bersifat religi, dia selalu sumbang dana meskipun ajudannya yang datang," ungkap Sahrudin.

Ia menjelaskan bahwasanya rumah pribadinya tersebut memang kosong dan hanya dihuni pembantunya. Karena sibuk, Agung jarang pulang ke rumah tersebut. Sahrudin juga mengakui istri Agung tidak tinggal di tempat tersebut.

Saat ditanya terkait izin KPK untuk menyegel rumah tersebut, Sahrudin mengaku hingga saat ini belum ada petugas aparat maupun petugas KPK yang menemui dirinya untuk meminta izin menyegel rumah tersebut. "Sampai sekarang belum ada yang melakukan penggeledahan dan izin ke sini. Tapi kalau didatangi orang-orang, rumah tersebut hari ini banyak yang kesana. Entah siapa saja orangnya, saya tidak mengetahuinya," jawab dia. (FEBRI/PRO2)



#OTT KPK # KPK # KEPALA DAERAH # LAMPUNG UTARA # LAMPUNG
Berita Terkait
Ulasan
X