Gunung Perahu Kedaton Longsor, Lahan Bakal Jadi Kantor Kelurahan dan Puskesmas

Batu longsoran Gunung Perahu, Kedaton, Bandar Lampung, Kamis (31/10/2019). LAMPUNGPRO.CO

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sub Bidang Mineral dan Batubara, Dinas Pertambangan dan ESDM Provinsi Lampung, Abraham Pawaka menyebutkan status kepemilikan Gunung Perahu atau Bukit Onta yang berada di Jalan Harimau 4, Kelurahan Sukamenanti, Kedaton, Bandar Lampung yang viral karena longsor, Rabu (30/10/2019) sore  merupakan kepemilikan atas nama Ferdinan. Pengelolaan pengerukannya diserahkan atas nama Niang Dahniar yang merupakan warga Sukamenanti Baru yang tinggal di daerah gunung tersebut.

Abraham menjelaskan tujuan dari pengerukan tersebut nantinya bakal dihibahkan untuk kantor kelurahan dan Puskesmas disekitar sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat ke depannya. "Saat ini proses hibah sudah ada, cuma proses pembangunan nanti setelah rata semua. Setelah kegiatan pemerataan selesai akan dibangun kurang lebih dua tahun," kata Abraham kepada Lampungpro.co saat meninjau lokasi, Kamis (31/10/2019).

Untuk pengelolaan dan penataan lahan perumahan, Abraham menyebut sudah ada sejak 2017 lalu. Bukit ini akan dihabiskan terlebih dahulu, baru setelah itu dijadikan lahan untuk proses land clearing. "Penataan saat ini sudah mencapai 50 persen. Sementara untuk perizinan lingkungan, pengajuan penataan lahan, dan perumahan juga sudah ada," ujar dia.

BACA SEBELUMNYA: Gunung Perahu Kedaton Longsor, Walhi Lampung Sayangkan Penambangan Batu

Penelusuran Lampungpro.co di lokasi bukit tersebut, di depan jalan masuk ke tempat bukit pengerukan terdapat plang bertuliskan surat izin dan untuk kepemilikan atas nama Raden Chalid Effendi. Pantauan di lokasi juga hingga saat ini masyarakat sekitar masih melakukan penambangan di bukit tersebut. (FEBRI/PRO1)



#gunung perahu # longsor # kedaton # bandar lampung # dinas esdm # bandar lampung # kerusakan lingkungan # penambangan batu
Berita Terkait
Ulasan