Desa Adat Sade di Lombok ini Kembangkan Wisata Tradisi dan Reliji

LOMBOK (Lampungpro.com), - Selamat datang di Desa adat Sade, Lombok Nusa Tenggara Barat. Desa yang cukup dikenal wisatawan mancanegara ini memang mendunia karena keunikan tradisinya. Desa ini menjadi salah satu andalan pariwisata Lombok. 

Desa adat Sade memang sedang fokus ke wisata tradisi dan reliji. Hal ini menjadi salah satu point penting untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Menpar Arief Yahya berharap stakeholder di Nusa Tenggara Barat intensif menggarap destinasi dan industri kreatif dengan membuat paket-paket yang mengeksplorasi keindahan alam dan kultur di sana. "Begitu masuk 9 besar pilihan travellers oleh TripAdvisor, siap-siap, menjadi tuan rumah bagi wisatawan mancanegara dan nusantara," ingat Menteri Arief di Jakarta.

TripAdvisor adalah platform digital untuk review suara wisatawan di seluruh dunia. Mereka searche and share dari website yang paling terpercaya itu. Pilihan TripAdvisor itu mewakili sebagian besar, 70 persen penduduk dunia yang hobi traveling. "Karena mereka sudah digital. Jadi, silakan menata diri, membangun Lombok, dengan pendekatan tourism," ujar Menpar Arief Yahya.

Kesadaran para tokoh adat Lombok pun makin tinggi. Salah satu buktinya, mereka sempat berkumpul di Lombok Plaza Mataram pada tanggal 15 -17 Maret lalu untuk mendiskusikan upaya fasilitasi pengembangan destinasi wisata tradisi dan seni budaya di daerah tersebut.

Hadir dalam acara itu antara lain Kudrap Selaku, Ketua Desa Adat Desa Sade dan Ida Wahyuni, Pembina pokdarwis Desa Adat Desa Setanggor. Selain itu hadir juga Ketua Tim Percepatan Sejarah dan Religi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Tetty DS. Aryanto.

Tetty mengatakan, dari forum itu terkuak bahwa Guide Desa Adat Sade, Ende dan Setanggor memiliki budaya dengan kearifan lokal yang dapat memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat. Para tokoh yang hadir dalam acara juga menyepakati pentingnya koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka meningkatkan kualitas Kawasan Sade. Koordinasi itu akan mencakup pemberian bantuan peningkatan sumber daya manusia dan penataan kawasan tersebut.

Untuk kawasan Mandalika, disepakati bahwa rencana pelaksanaan “World Drum Festival” oleh Bambang Paningron harus didukung sebagai bagian dari upaya percepatan pengembangan destinasi wisata tersebut. Para tokoh adat dan pemerintah juga sepakat untuk membuat travel pattern wisata budaya di Mandalika yang meliputi Desa Adat Sade, Ende, dan Mandalika.

"Pembuatan Design, Strategi, Rencana, Aksi (DSRA) Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya di NTB akan segera dilakukan sebagai bagian dari agenda tim percepatan tim percepatan wisata budaya," kata Tetty.

Sekadar informasi, pada tahun 2017 ini Pemerintah Daerah (Pemda) NTB menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Provinsi tersebut sebanyak 3 juta orang. Dari total jumlah itu, sebanyak 1 juta wisatawan ditargetkan berasal dari mancanegara. Sedangkan 2 juta wisatawan merupakan wisatawan nusantara.

Untuk mencapai target itu, pengembangan wisata tradisi dan seni budaya memang menjadi salah satu instrumen Pemda. Dan sebagai bagian dari pengembangan itu, pada 16-17 Februari lalu telah diselenggarakan Festival Pesona Bau Nyale 2017 di Pantai Seger, Lombok yang salah satu isi acaranya adalah Parade Budaya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, banyak cerita sejarah yang menguap ditelan waktu. Tidak banyak anak-anak muda kekinian, yang tertarik menimba ilmu sejarah dan menyelami keunikan dengan wisata napak tilas atau sejarah dan budaya. “Padahal, sedikit digali saja, ada banyak cerita di balik sejarah dan budaya masih menyimpan daya tarik. Inilah yang harus dihidupkan, content nya sejarah dan budaya, konteks nya yang diubah lebih kekinian, dalam penyampaian pesan,” kata Menpar.

Menpar juga menegaskan bahwa ada hal yang akan menjadi critical success factor. ” Jika faktor itu disentuh, langsung berdampak signifikan. Jadi harus ada storyline, yang bisa mengangkat destinasi. Harus ada the story behind the object. Banyak kisah sukses destinasi yang disebabkan oleh cerita, seperti film Ada Apa Dengan Cinta-2, banyak destinasi di Gunung Kidul dan Magelang yang ikut terangkat sampai sekarang. Laskar Pelangi di Belitung juga heboh setelah novel dan film karya Andrea Hirata sukses,” ujar Menpar.



#lombok #menpar arief yahya #stakeholder #nusa tenggara barat #triadvisor #lombok travel mart #hotel ombak paradise
Berita Terkait
Ulasan