Bom Meledak di Polrestabes Medan, Kapolda Sumut: Diduga Belajar dari Media Sosial

MEDAN (Lampungpro.co): Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal (Irjen) Agus Andrianto menduga, pelaku bom bunuh diri yang dilakukan di Polrestabes Medan masih satu jaringan dengan kelompok yang telah terlebih dulu ditangkap di sana. Kelompok ini diduga belajar dari media sosial. "Masih belum bisa kita ketahui siapa kelompoknya, hanya kemungkinan mereka dari jaringan yang lain atau mungkin satu jaringan yang belajar dari media sosial," kata dia, Kamis (14/11/2019).

Pada 20 Oktober lalu, Detasemen Khusus 88 Anti Teror menangkap tiga orang terduga teroris di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang. Penangkapan itu dilakukan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Menurut Agus, meski bergerak secara sendiri (lone wolf), namun ia menduga bahwa pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan juga terkait jaringan yang sama. "Sekarang kita lagi lakukan upaya pengembangan terhadap kasus itu," ucap Agus.

Agus menjelaskan, kepolisian akan mengembangkan hasil temuan dari olah TKP. Mereka juga akan mengembangkan kasus  dari catatan pelaku dan keluarganya. Dalam hal ini, Densus 88 Anti Teror juga ikut dilibatkan. Ia mengimbau masyarakat agar tak takut terhadap aksi teror ini. Ketakutan hanya akan membuat para teroris semakin bersemangat melakukan aksinya.

"Kalau kita takut dengan mereka, maka mereka akan terus beraksi. Ini kita harus lawan karena mereka ada di masyarakat dan mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan. Kami mohon kembali kepada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya. Karena kalau mereka ada di lingkungan kita, mereka bisa melakukan di mana saja, korbannya bisa siapa saja, bukan hanya petugas tapi juga bisa masyarakat yang tidak berdosa," jelas dia.(**/PRO2)



#Bom # Bom Bunuh Diri # Polresta Medan # Medan # Sumut # Lampung
Berita Terkait
Ulasan