Kerjasama Bank Indonesia dan Polda Lampung, Jutaan Uang Palsu Dimusnahkan

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Polda Lampung melakukan pemusnahan terhadap barang temuan uang rupiah palsu di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung yang ditemukan sepanjang 2014-2019, Kamis (12/12/2019). Pemusnahan uang rupiah palsu tersebut dilakukan di ruangan tertutup menggunakan mesin yang disebut mesin peracik. 

Uang palsu tersebut dimusnahkan dengan cara dihancurkan menjadi bagian yang sangat kecil dan dikeluarkan dalam bentuk bricket. Barang temuan uang rupiah palsu yang dimusnahkan adalah uang rupiah palsu yang ditemukan oleh masyarakat maupun uang rupiah palsu yang ditemukan dari hasil proses pengolahan uang di perbankan dan Bank Indonesia di wilayah Provinsi Lampung dalam periode 2014 - Oktober 2019 dengan jumlah uang Rupiah palsu sebanyak 28.761 lembar.

Uang palsu ini terdiri dari:

Uang kertas pecahan Rp100.000 sebanyak 12.686 lembar
Uang kertas pecahan Rp50.000 sebanyak 15.455 lembar 
Uang kertas pecahan Rp20.000 sebanyak 314 lembar 
Uang kertas pecahan Rp10.000 sebanyak 58 lembar
Uang kertas pecahan Rp5.000 sebanyak 246 lembar dan uang kertas pecahan Rp2.000 sebanyak 2 lembar

Deputi BI Hasiolan Siahaan mengatakan, bahwa uang palsu yang dimusnahkan tersebut merupakan barang temuan uang palsu yang tidak terkait dengan kasus tindak pidana. "Berbeda halnya dengan uang palsu yang merupakan barang bukti, itu harus menunggu hingga persidangan selesai, kemudian barang bukti akan dimusnahkan oleh pihak kejaksaan," kata dia.

Sebelum dimusnahkan, Polda Lampung telah meminta persetujuan kepada Ketua Pengadilan Negeri Bandar Lampung melalui surat tertanggal 01 Agustus 2019. Atas surat tersebut, Pengadilan Negeri Bandar Lampung telah menyampaikan surat kepada Polda Lampung Nomor W9-U1/6010/HK.01/XIII/2019 tanggal 7 Agustus 2019 perihal Permintaan Persetujuan Pemusnahan Barang Temuan Uang Rupiah Palsu. 

Dalam surat tersebut, Pengadilan Negeri Bandar Lampung menegaskan bahwa terhadap uang rupiah palsu yang bukan merupakan barang bukti suatu kasus tindak pidana yang sedang diperiksa oleh pengadilan maka kewenangan pemusnahannya ada pada kepolisian.

"Kenapa pemusnahan barang temuan uang rupiah palsu pada hari ini dilakukan di BI? Karena di BI memiliki mesin peracik uang dan pemusnahan uang palsu menggunakan fasilitas Mesin Racik Uang Kertas (MRUK). Dengan mesin peracik uang ini pemusnahan akan lebih efektif dan relatif cepat karena mesinnya memiliki kapasitas 300 ribu lembar. Dan selama ini Polda juga menitipkan barang temuan uang palsu tersebut ke BI," tambahnya.(**/PRO2)



#Bank Indonesia #Pemusnahan Uang Palsu # Polda Lampung # Uang Palsu # Lampung
Berita Terkait
Ulasan