Empat Tahun Belanjakan Uang Palsu Rp100 Ribu di Warung Pesisir Barat, Tiga Pria ini Terciduk

Para pelaku pengedar uang palsu saat di Polsek Bengkunat, Pesisir Barat, Minggu (22/12/2019). LAMPUNGPRO.CO

LIWA (Lampungpro.co): Jajaran Polsek Bengkunat Polres Lampung Barat menangkap tiga pengedar uang palsu bermodus belanja di warung menggunakan uang Rp100 ribu. Pelaku ditangkap setelah membeli bahan bakar minyak (BBM) dua liter di warung milik Ade Dudin menggunakan uang palsu Rp100 ribu di Pekon Pagar Bukit, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat Kamis (19/12/2019) pukul 17.00 WIB.

Ketiga pelaku yang ditangkap yakni Su (31), Ro, dan EH (43) warga Pekon Bangun Negara, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Menurut Kapolsek Bengkunat Iptu Ono Karyono, para pelaku juga berbelanja di berbelanja di warung AH, warga Pekon Pagar Bukit, Kecamatan Bangkunat. 

Kecurigaan bermula ketika Ade Dudin merasa heran karena uang yang dibelanjakan itu beda saat diraba. "Kemudian dia mencoba membandingkan uang pecahan Rp100 ribu yang dia punya. Saat dilakukan perbandingan korban curiga uang yang diterima adalah uang palsu atau tidak asli, karena uang yang diterima dari kedua pelaku tersebut saat diraba terasa halus," kata Iptu Ono Karyono, kepada Lampungpro.co, Minggu (22/12/2019).

Merasa penasaran, Ade Dudin lalu bergegas mencari kedua pelaku. Dia melihat kedua pelaku berbelanja di warung AH yang berjarak 100 meter dari warungnya. Ade Dudin kemudian bertanya belanja apa saja kedua pelaku tersebut dan bayar menggunakan apa.

Dia menjelaskan kedua pelaku tersebut berbelanja satu bungkus rokok putih dan satu buah korek api gas dengan total belanja Rp20 ribu dan membayar menggunakan uang pecahan Rp100 ribu lalu mengembalikan uang Rp80 ribu. Kemudian Ade mencoba melihat uang yang diberikan kedua pelaku dan membandingkannya. 

Hasilnya, ternyata uang tersebut sama yang diduga palsu. "Dari hasil penyelidikan diketahui sebagian besar pemilik warung berada di Pekon Pagar Bukit menjadi korban para pelaku dengan cara sama. Barang bukti diduga uang palsu. Sementara berhasil diamankan uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak tujuh lembar,” kata Iptu Ono Karyono, mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Rachmat Tri Hariyadi.

Berdasarkan keterangan pelaku Su, dia memiliki uang palsu Rp100 ribu sebanyak 17 lembar. Barang bukti yang diamankan tersebut adalah sisa uang pecahan Rp100 ribu rupiah sebanyak 25 Lembar, yang dia bawa bersama Ro untuk dibelanjakan di  sejumlah warung di Pekon Pagar Bukit. 

Keduanya membelanjakan 25 lembar uang palsu Rp100 ribu, pada Rabu (18/12/2019). Menurut Su uang palsu itu dibeli dari Ed Rp9 juta untuk 180 lembar uang palsu Rp100 ribu. Menurut Su uang palsu pecahan Rp100 ribu masih tersisa 100 lembar dari 180 lembar yang dibelinya dan dan tersimpan di rumahnya.

Di sisi lain, pelaku Ro membenarkan sekitar lima bulan lalu, dia mendapat uang palsu 100 lembar dari Ed dan menyuruh Ro membelanjakannya sampai habis. "Uang tersebut dibelanjakan Ro sampai habis selama empat hari di wilayah Kecamatan Ngambur dan Kecamatan Krui, Pesisir Barat,” kata Kapolsek.

Berdasarkan keterangan kedua pelaku, Jumat (20/12/2019) pukul 15.00 WIB, anggota Polsek Bengkunat dipimpin Kapolsek Iptu Ono Karyono menuju rumah Su. Dari rumah pelaku didapat uang palsu pecahan Rp100 ribu rupiah sebanyak 100 lembar. 

Polisi juga merangsek ke rumah Ed dan menangkapnya beserta barang bukti Rp100 ribu sebanyak tiga lembar. Keduanya mengaku perbuatan itu berlangsung selama empat tahun. Uang palsu tersebut didapatkan dari DY warga Jawa Timur. 

Barang bukti yang disita yakni tujuh lembar pecahan Rp100 ribu, dua bungkus rokok, dua korek api gas, 117 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, tiga lembar Rp50 ribu, tiga lembar Rp20.000, dan tiga lembar uang pecahan nominal Rp10.000. Total keseluruhan yang berhasil diamankan Polsek Bengkunat yakni 127 lembar uang kertas palsu. (PRO1)



#uang palsu # polres lampung barat # bank indonesia # lampung # polsek bengkunat # barang bukti # tersangka
Berita Terkait
Ulasan