Bencana Alam, Tanah Rumah Warga Amblas 20 cm di Baradatu Way Kanan Lampung

Rumah milik Darwis retak karena tanah pondasi rumah amblas, Sabtu (4/1/2020). LAMPUNGPRO.CO/BPBD WAY KANAN

BARADATU (Lampungpro.co): Sejumlah pondasi rumah warga di Dusun Surabaya, Kelurahan Taman Asri, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, amblas sedalam 20 centimeter, Sabtu (4/2/2020) pukul 19.30 WIB. Bencana alam tanah ambles ini, belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan ini.

"Tidak pernah terjadi longsor di sini. Tanahnya amblas turun sampai 20 centimeter. Padahal di sini tidak ada pertambangan, tapi memang ada sumur bor," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Way Kanan, Bismijanadi, kepada Lampungpro.co, Minggu (5/1/2020).

Berdasarkan pendataan sementara, pondasi rumah warga yang amblas yakni Darwis bin Saleh (51) warga Kampung Mekar Asri, Kecamatan Baradatu. Rumah tersebut dihuni oleh Bripka Noveri Kurniawan (35), anggota Polri. 

Fenomena alam ini diketahui pertama kali pada Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 14.00 WIB ketika Darwis melihat rumahnya yang disewa oleh Noveri. Namun saat itu, Noveri sedang tidak ada di rumah. Kemudian  Darwis ke belakang rumah dan melihat lantai bagian dekat sumur ada yang retak. Darwis pulang karena dikira retak biasa.

Pada Sabtu (4/1/2020) pukul 16.30 WIB Darwis kembali melihat rumahnya. Dia melihat retak rumahnya makin banyak. Darwis mengajak warga sekitar yakni Dian (30) dan Yogiansyah (25) untuk ikut melihat. Namun mereka tidak masuk ke ruma karena kunci rumah dibawa Noveri. 

Darwis melaporkan kejadian itu ke Bhabinkamtibmas. Atas laporan itu, Bhabinkamtibmas bersama anggota Polsek Baradatu menuju ke lokasi. Ternyata, tanah tumah tersebut banyak retak dan tanah turun sedalam 20 centimeter. 

Menurut Bismijadi, berdasarkan konfirmasi yang dilakukan ke Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) bisa diambil kesimpulan struktur tanah di tempat kejadian berstruktur labil. Boleh tanya lagi apakah jenis tanah di tempat kejadian merupakan tanah berpasir, tanah liat, atau jenis tanah timbunan.

"Kepada warga terutama bagi rumah-rumah sepanjang aliran sungai tersebut mohon waspada. Walaupun itu tergantung dari kuat dan padatnya kondisi pondasi tiap-tiap rumah. Mohon bagi para warga di sekitar aliran air tidak membuang sampah di sungai. Mmohon rajin mengontrol lancarnya aliran air dan jangan menggunduli pohon pohon serampangan di daerah hulu," kata Bismijanadi. (PRO1)



#bencana alam # tangah longsor # tanah amblas # bpbd # baradatu # way kanan # lampung # bmkg # hujan
Berita Terkait
Ulasan