Pencurian di Kebun Resahkan Warga Tanggamus, Polisi Diminta Tangkap Lebih Banyak Pelaku

Anggota Polsek Pulau Panggung saat menangkap pelaku di lokasi penebangan pisang, Senin (6/1/2020). LAMPUNGPRO.CO/POLRES TANGGAMUS

KOTA AGUNG (Lampungpro.co): Penangkapan dua terduga pencurian pisang AR (24) dan RF (20) oleh Polsek Pulau Panggung Polres Tanggamus, Selasa (7/1/2020), ternyata menguak lebih banyak kasus pencurian di kebun. Warga Tanggamus dan sekitarnya menyebutkan pencurian di kebun makin marak dan meminta polisi mengungkap pelaku lebih banyak.

"Pisang bapak saya aja siap panen. Pas ke kebon mau ditebang udah nga ada tinggal pohonnya aja. Sampe 40 tandan ngak tanggung-tanggung nebangnya. Padahal akses jalan agak sulit pake motor ke kebun bapak saya. Heran pisang sebanyak itu dibawanya gimana," kata Nanas Z., warga Tanggamus menanggapi berita Lampungpro.co berjudul 'Nyolony Belasan Tandan Pisang, Dua Pemuda di Tanggamus ini Terancam 7 Tahun Penjara'.

Berita mendapat tanggapan ribuan warga bahkan dibagikan ratusan kali di berbagai grup media sosial. Warga lainnya, Nurull Vanhauten, menyebutkan di Desa Argopeni, Sumberjo, Tanggamus, pencurian juga sedang marak. "Cuma diambil tandanan alias disunat," kata dia.

Pencurian di kebun, kata Putera Jaya, tak hanya menyasar pisang. "Banyak kejadian pencurian di kebun petani khususnya daerah Tanggamus dan sekitarnya, yang sering terjadi yaitu pencurian pisang, kelapa, dan pepaya. Mohon kepada petugas keamanan agar kerjasamanya. Jika ada petani yang mengadukan hal seperti ini agar cepat ditanggapi," kata Putera Jaya. 

BACA SEBELUMNYA: Nyolong Belasan Tandan Pisang, Dua Pemuda di Tanggamus ini Terancam 7 Tahun Penjara

Umumnya warga menanggapi positif penangkapan ini, karena korbannya banyak. "Semoga aja di Batu Lima, Kecamatan Air Naningan yang suka nyuri pisang cepat ketangkep juga.....Amin," kata Dayat, juga warga Tanggamus. (PRO1)
 




#pencurian # kebun pisang # tanggamus # lampung # polres tanggamus # polda lampung # terduga # tersangka # barang bukti
Related Post
COMMENTS