Target 10 Besar, Atlet Lampung Lolos PON Diminta Seriusi Pemusatan Latihan

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung bersama pelatih cabang olahraga (Cabor), yang sudah dinyatakan lolos dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 mendatang, terus mematangkan persiapan untuk melakukan training center (TC). 

Sebelum mematangkan persiapan, KONI Lampung melaksanakan agenda rapat. Dalam rapat ini, dipimpin langsung oleh Ketua Harian KONI Lampung Hannibal, didampingi Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Frans Nurseto, Sekretaris Umum KONI Lampung Subeno, dan Bidang Prestasi KONI Lampung Surahman.

Ketua Harian KONI Lampung Hannibal meminta, kepada semua pengurus dan pelatih Cabor untuk menyatukan visi serta misi bersama. Dengan tujuan untuk meraih prestasi terbaik di ajang bergengsi 4 tahunan Indonesia ini.

"PON Papua ini, menjadi pembuktian dari atlet dan cabang olahraga yang ada. Apakah program pembinaan yang dilakukan KONI Lampung berhasil atau tidak. Terlebih, saat ini Pemerintah Provinsi Lampung sudah memberikan dukungan penuh terhadap KONI," pinta Hannibal.

Lebih lanjut, Ketua Umum Pengprov FORKI Lampung ini mengungkapkan, ketika atlet yang ada perkembangannya dibawah rata-rata, maka jangan berharap atlet yang akan dikirim untuk berlaga di PON Papua 2020 bisa meraih prestasi. "Percuma saja kalau berangkat, tidak bisa meraih prestasi. Karenanya kita mengharapkan yang berangkat itu minimal bisa meraih medali emas," ungkap Hannibal.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Frans Nurseto menegaskan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh pelatih cabang olahraga yang lolos PON Papua. Pertama, training center dilakukan terpusat, yang akan digelar pada minggu ke tiga di Januari atau minggu pertama di Februari 2020 mendatang.

"Training center ini dilakukan terpusat. Oleh karenanya, ini akan kita pantau secara intens dan ada tim kita, yang turun langsung ke lokasi. Jadi tidak ada alasan apapun ketika training center terpusat sudah digelar, untuk telat bahkan tidak hadir. Maka tidak ada alasan apapun bagi atlet maupun cabor tersebut. Jika ini dilanggar, maka mohon maaf," tegas Frans.

Hal terpenting selanjutnya, pada awal April 2020 mendatang, KONI Lampung akan mengevaluasi fisik seluruh atlet melalui tes fisik tahap dua. Bagi atlet yang tidak masuk dalam kategori fisik, maka tidak diperkenankan mengkuti try out yang didanai oleh KONI Lampung. Kecuali menggunakan anggaran pribadi.

"Kebutuhan cabor yang dimaksud, tidak sama antara cabor yang satu dengan lainnya. Kemudian di Juli 2020 mendatang, KONI akan menggelar tes fisik tahap akhir. Dimana tes tahap akhir ini, akan menjadi penentuan berangkat tidaknya atlet ke PON," ujar Frans.(FEBRI/PRO2)



#Atlet Lampung # PON # PON Papua # Lampung Emas # Satgas KONI Lampung # Olahraga Lampung # Lampung
Berita Terkait
Ulasan
X