Banjir Merusak 664 Hektare Sawah di Sembilan Desa Tanggamus, Pemprov Bantu Benih Padi

Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi (tengah) saat menyerahkan bantuan benih, Jumat (24/1/2020). LAMPUNGPRO.CO

KOTA AGUNG (Lampungpro.co): Banjir bandang yang menerjang sembilan desa di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus merusak 664 hektare tanaman padi. Kerusakan akibat banjir pada 8 Januari 2020, menimpa ribuan petani di Desa Sedayu, Way Kerap, Kanoman, Bangun Rejo, Sukajaya, Sidodadi, Pardawaras, Karang Rejo, dan Kacapura.

Rencananya, tanaman padi rusak itu bakal ditanam ulang awal Februari 2020 dengan bantuan benih dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung. Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi, bantuan benih yang disetujui seluas 640 hektare.

"Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanggamus mengajukan usulan bantuan benih seluas 664 hektare pada 16 Januari 2020. Setelah kami verifikasi bantuan benih yang disetujui seluas 640 hektare, karena 24 hektare telah disemai. Rencana tanam awal Februari 2020," kata Kusnardi, kepada Lampungpro.co, Senin (27/1/2020).

Bantuan benih cadangan daerah (BCD) itu disalurkan karena lahan yang diterjang banjir dinyatakan fuso. Banjir bandang menyebabkan produktivitas pertanian di kawasan ini bakal menurun, karena tanaman padi yang siap tanam, hingga tanaman yang siap berbulir rusak akibat terlalu lama terendam genangan banjir.

Menurut Kusnardi, bantuan benih mulai disalurkan pada Kamis (23/1/2020) ke Kabupaten Tanggamus. Kemudian, pada Jumat (24/1/2020) Kusnadi dan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanggamus Agus Dewanto, menyerahkan secara simbolis kepada petani dan kelompok tani  sebanyak 16 ton benih padi.

"Petani tetap harus menanam sawahnya. Oleh karena itu, pembangunan pertanian berkelanjutan merupakan hal yang mendasar untuk dilakukan. Diharapkan kita dapat mengelola alam dengan lebih bijaksana sehingga banjir dapat diminimalisir. Kita bantu para petani yang mengalami dampak banjir dan gagal panen, membantu mereka dari kerugian dampak dari banjir badang ini,” kata Kusnardi. (PRO1)



#banjir # longsor # musim hujan # BMKG # cuaca ekstrim # petir # kilat # gelombang tinggi # laut # darat # tanggamus # pekon sedayu # kecamatan semaka
Berita Terkait
Ulasan