Universitas Teknokrat Indonesia Memperoleh Kampus Terbanyak Dana Hibah di Sumbagsel

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menjadi kampus terbanyak yang mendapatkan dana hibah, dan kampus tersubur dalam melakukan penelitian atau riset, serta program pengabdian kepada masyarakat se Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Universitas Teknokrat Indonesia juga mendapatkan perolehan judul hibah penelitian terbanyak, dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah II Sumbagsel untuk tahun 2020 ini. Dimana tahun 2020 ini, Teknokrat mendapatkan 58 judul, yang terdiri dari 55 judul penelitian dan 3 program pengabdian masyarakat.

Pengumuman penerimaan hibah tersebut, diterima Universitas Teknokrat Indonesia pada Selasa (28/1/2020) lalu. Melalui surat dari Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor B/87/E3/RA.00/2020.

Dengan banyaknya jumlah judul yang didanai oleh DRPM, maka Universitas Teknokrat Indonesia akan semakin meningkat hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berupa jurnal, prosiding, teknologi tepat guna (TTG), paten, hak kekayaan intelektual (Haki), serta hasil lainnya. Semua itu dapat digunakan untuk kemajuan riset dan teknologi, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi Bangsa Indonesia.

Melihat hasi yang diraih Universitas Teknokrat Indonesia ini, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Muhammad Nasrullah Yusuf mengaku sangat bangga dengan hasil riset yang didapat para dosennya. Sebab para pengajar di Universitas Teknokrat sudah menjalankan fungsinya dengan baik.

"Para pengajar di sini (Universitas Teknokrat) sudah menjalankan fungsinya, sebagai pendidik dan ilmuwan yang profesional. Dengan tugas utama menginformasikan, mengembangkan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan teknologi (Iptek). Selain itu juga, ada di bidang seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat," kata M. Nasrullah Yusuf, Kamis (30/1/2020).

Selain itu, dosen juga tidak hanya berperan minimalis dengan tugas mengajar dan mendidik mahasiswa. Tetapi juga, dosen didorong agar memiliki motivasi tinggi untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil riset. Sebab riset merupakan nyawa dari sebuah perguruan tinggi.

"Dosen harus memiliki ide untuk penelitian yang aktual, menarik, dan kreatif. Ini yang dilakukan dosen Teknokrat, sehingga bisa mendapat daha hibah dan kampus tersubur dalam riset dan pengabdian masyarakat," ujar M. Nasrullah Yusuf. (FEBRI/PRO2)



#Teknokrat # Kampus Lampung # Sang Juara # Lampung
Berita Terkait
Ulasan