Pasien RSUDAM Meninggal Diduga Corona, Berikut Kronologis Dinas Kesehatan Lampung

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Terkait adanya pasien yang meninggal dunia di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, yang merupakan seorang perempuan berusia 69 tahun asal Bandar Lampung yang diduga positif Virus Corona (Covid-19), Dinas Kesehatan Provinsi Lampung belum bisa mengumumkan status perempuan tersebut apakah terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak.

Hal ini dikarenakan, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dalam menyatakan status seseorang terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak, harus dinyatakan dengan pemeriksaan laboratorium dan swab di tenggorokan yang bersangkutan. Meskipun demikian, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung sudah mengambil swab sebelum perempuan tersebut meninggal dunia.

"Pada saat pagi tadi, sebenarnya dia sudah diambil swabnya. Tapi seperti yang kita ketahui bersama, kami tidak bisa memeriksa swab di Provinsi Lampung. Sehingga harus dikirimkan ke Palembang. Untuk saat ini, sudah dalam proses pengiriman," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2020) sore.

Untuk menentukan swab tersebut positif atau negatifnya, memerlukan waktu hingga 4 hari untuk mengetahuinya. Oleh karenanya, hingga saat ini baik Dinas Kesehatan Provinsi maupun Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, masih menuliskan angka pasien positif Covid-19 hanya 3 orang.

Adapun kronologis perempuan tersebut hingga masuk ke RSUDAM Lampung yakni, awalnya perempuan tersebut melakukan pengobatan jalan di rumah sakit swasta di Kota Bandar Lampung selama dua kali. Kemudian, selama dua kali berobat jalan ini, perempuan tersebut tidak ada perubahan. Sehingga dalam artian, perempuan ini tidak melakukan rawat inap, di rumah sakit swasta tersebut.

"Selanjutnya pada Selasa (7/4/2020) kemarin, sekitar Pukul 20.00 WIB, dia mengeluhkan sesak nafas dan berobat langsung ke RSUDAM Lampung. Sehingga dokter menyarankan, untuk dirawat di Ruang Isolasi RSUDAM Lampung sejak semalam," ujar Reihana.

Adapun keadaan umum pasien tersebut, perempuan ini mengalami sesak nafas berat, tekanan darah tinggi, saturasi oksigen juga hanya 87, kemudian perempuan tersebut juga memiliki penyakit penyerta lainnya yakni gula darah yang tingginya mencapai 380. Dengan keadaan ini, pasien dipasang alat non inkubasi ventilator, sejak ia dirawat di Ruang Isolasi RSUDAM Lampung.

"Sejak Rabu (8/4/2020) pagi sekitar Pukul 07.00 WIB, dia merasa sesak dan kesadarannya mulai menurun. Hingga akhirnya pada Pukul 10.58 WIB, dia dinyatakan meninggal dunia. Pada saat pagi tadi, sebenarnya dia sudah diambil swabnya," jelas Reihana.

Selanjutnya karena, suami yang bersangkutan juga sudah dirawat di Ruang Isolasi RSUDAM Lampung dan sudah dinyatakan positif Covid-19 dengan pasien nomor 13 di Lampung. Perempuan tersebut beserta anggota keluarganya, sebenarnya sudah dilakukan tracing dengan rapid tes. Kemudian hasil rapid tes tersebut, semuanya dinyatakan negatif.

Kemudian karena kelurga perempuan ini dinyatakan negatif, maka petugas surveillance melakukan edukasi dan harus melakukan isolasi mandiri, karena suami yang bersangkutan sudah dinyatakan positif. Meskipun belum diketahui hasil swabnya apakah positif atau tidak, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung sudah memperlakukan perempuan tersebut selayaknya seperti jenazah pasien Covid-19. (FEBRI/PRO2)



#Corona # Virus corona # Wabah # Lampung
Berita Terkait
Ulasan