Mau ke Lampung Timur Bayar Rp2 Juta, Warga ini Ketahuan Masukkan APV ke Dalam Truk

Aparat Polres Cilegon saat memeriksa truk pembawa APV, Minggu (3/5/2020). LAMPUNGPRO.CO/HUMAS POLDA BANTEN

CILEGON (Lampungpro.co): Aparat Polda Banten berhasil membongkar modus memasukkan mobil ke truk agar bisa menyeberang ke Lampung. Aksi yang dilakukan Suryono, warga Lampung Timur, ini tergolong nekat.

Menurut Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi, aksi ini terbongkar saat truk melintasi pos penyekatan dan pos check Point Gerem Kota Cilegon, Banten, Minggu (3/5/2020). Di lokasi tersebut petugas gabungan yang tengah melakukan penyekatan mencurigai sebuah truk yang membawa barang mencurigakan. 

"Menurut pengakuan sopir, truk itu membawa buah nanas ke Lampung. Saat dibuka ternyata sebuah mobil mobil APV Nopol B-1886-TRH, dengan seorang sopir dan seorang penumpang di dalamnya,” kata Edy Sumardi.

Saat diminta keterangan, sopir truk mengaku akan menuju Lampung Timur dari Jakarta. Dia mengaku mendapat bayaran Rp2 juta agar dapat mengangkut kendaraan tersebut dan menyeberang melalui Pelabuhan Merak. “Kini empat orang yang terdiri dari sopir truk, kenek truk, sopir mobil APV, dan seorang penumpang diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Edy Sumardi.

Atas pengungkapan ini, Edy Sumardi menghimbau seluruh elemen masyarakat agar mengurungkan niat mudik sekaligus mengajak masyarakat untuk dapat bekerja sama mendukung kebijakan pemerintah tentang larangan mudik. Dia kembali menegaskan yang boleh melintas untuk menyeberang melalui Pelabuhan Merak hanya truk pengangkut sembako, kendaraan logistik, dan mobil dinas pengangkut personel.

Polda Banten dan jajarannya menggelar Operasi Ketupat Kalimaya sejak 24 April 2020. Memasuki hari kesepuluh operasi tersebut, pihaknya mendirikan Pos Penyekatan dan Pos Check Point sebanyak 15 titik sepanjang jalur arteri. (PRO1)



#mudik # pulang kampung # pelabuhan merak # polda banten # pelabuhan bakauheni # operasi ketupat kalimaya # razia # polisi
Berita Terkait
Ulasan