Tagihan Listrik Naik Saat Pandemi Corona, Ombudsman: PLN tak Profesional Melayani

ilustrasi petugas PLN sedang memeriksa instalasi listrik | Ist/Lampungpro.co

JAKARTA (Lampungpro.co): Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Laode Ida, menduga PLN telah melakukan maladministrasi berupa ketidakprofesionalan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnua, tidak sedikit masyarakat yang protes keras ketidakprofesionalan PLN. Salah satunya terkait dengan inkonsistensi dalam memberikan pernyataan atau penjelasan atas komplain para pelanggan.

"Semula menyatakan bahwa kenaikan tagihan listrik disebabkan oleh meningkatnya daya listrik pada saat WFH, sekolah dari rumah, dan sejenisnya. Namun, pada hari-hari terakhir malah mengakui ada tambahan pembayaran sebagai carry over dari pemakaian pada bulan-bulan sebelumnya," ujar Laode melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Mei 2020.

Hal tersebut, kata Laode, menandakan jika PLN tidak menjalankan tugasnya dengan baik, yakni dengan tidak melakukan pencatatan dengan cermat dan benar tentang jumlah pemakaian yg tepat setiap bulannya. Padahal angka penggunaan daya adalah sesuatu yg pasti, tak bisa dikarang-karang. "Sungguh sangat memprihatinkan," ucap Laode.

Selain itu, ia menilai pengenaan tagihan pada bulan Mei 2020 ini adalah produk kerja spekulatif. Sebab, kenaikan tagihan pada Mei 2020 tanpa didasari fakta ril penggunaan di lapangan. Laode menjelaskan, perlu adanya investigasi untuk mengetahui apa yang terjadi di internal PLN. "Apa ada unsur kesengajaan dengan memanfaatkan momentum covid untuk secara paksa menyedot uang rakyat? Jangan sampai ada potensi yang merugikan rakyat," jelas dia.(**/PRO2)



#PLN # Meteran Listrik # Tagihan # Naik # mahal # Ombusdman # Cegah Corona # Virus corona # Wabah # Lampung
Berita Terkait
Ulasan