Harga Karet Anjlok, Warga Lampung Makin Kesulitan Penuhi Kebutuhan Hidup

Lapak karet di Mesuji. LAMPUNGPRO.CO/ROSARIO

MESUJI (Lampungpro.co): Harga karet yang makin anjlok di berbagai sentra produksi membuat warga Lampung kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Harga di tingkat petani bahkan sempat menyentuh Rp3.000 per kilogram. 

Pantauan Lampungpro.co di Kabupaten Mesuji, harga belum terkoreksi naik. Kepada Lampungpro.co, pengusaha lapak karet, Farid (26) warga Desa Jaya Sakti, Kecamatan Simpang Pematang, mengatakan bahwa harga karet diantar langsung oleh petani seharga Rp4.200/Kg. Sebelumnya harga karet harga sempat Rp8.000/kg.

"Kalau kita keliling langsung mengambil ke Rumah petani. Harga karet Rp 4.700/kg, sedangkan harga perusahaan sekitar Rp6.000," kata Farid, Senin (18/5/2020).

Di sisi lain petani karet, Kardi (52) warga Harapan Jaya, berharap pandemi virus Corona (Covid-19) segera menghilang dan harga karet bisa stabil kembali. "Kalau bisa seperti dahulu harga karet Rp10 ribu/kg. Kalau sekarang 3 kg karet baru dapat 1 kg beras. Semoga wabah virus corona cepat berlalu, kalau begini terus, kami bingung," kata dia. 

Anjloknya harga karet akibat tutupnya sejumlah perusahaan penampung karet di Tulangbawang dan Mesuji akibat terdampak Covid-19. Sejumlah agen mengaku tidak lagi membeli getah karet sejak 21 Maret 2020 karena pabrik karet di Palembang tutup akibat Covid-19. (ROSARIO/PRO1)



#karet # lampung # getah karet # pertanian # perkebunan # mesuji # tulangbawang # covid-19
Berita Terkait
Ulasan