Berkat JKN-KIS Dari BPJS Kesehatan, Warga Bandar Lampung Nopi Apriyani Terbantu Biaya Perawatan Anak

Nopi Apriyani (32), guru salah satu SMP negeri di Kota Bandar Lampung, peserta JKN-KIS dari BPJS Kesehatan | LAMPUNGPRO.CO

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Hadirnya kartu Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang merupakan program dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diakui saat ini, telah memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya peserta JKN-KIS, yang merasa dimudahkan dalam mengakses pelayanan kesehatan. Selain itu, para peserta juga tidak khawatir dengan biaya pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, rawat jalan, rawat inap, hingga biaya operasi.

Hal inilah yang juga turut dirasakan oleh Nopi Apriyani (31), seorang guru yang disalah satu SMP negeri yang ada di Kota Bandar Lampung, sebagai peserta JKN-KIS yang merupakan program dari BPJS Kesehatan. Dengan adanya program ini, Nopi Apriyani mengaku sangat merasakan dampak adanya program JKN-KIS ini.

Sejak tahun 2015 lalu, Nopi mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan lewat program JKN-KIS. Sejak tahun 2015 hingga saat ini, Nopi Apriyani mendaftarkan sebagai peserta Kelas II. Pada April 2020 kemarin, Nopi menggunakan layanan tersebut untuk anaknya yang diketahui bernama Muhammad Gibran Ramadhan Al-Ashfi (6) yang mengalami sakit demam tinggi dan sakit perut.

"Pada hari itu, anak saya mengeluhkan sakit dibagian perutnya. Kemudian saya memeriksa badannya, juga panas tinggi dibarengi dengan batuk. Karena saat itu, masih tinggi-tingginya pandemi Covi-19, saya agak khawatir. Jadi anak saya dirawat dulu dirumah, selama dua hari untuk menurunkan panasnya," kata Nopi Apriyani kepada lampungpro.co, Jumat (29/5/2020).

Selang beberapa hari kemudian, kondisi anak Nopi Apriyani tak kunjung turun panasnya. Karena dikhawatirkan ada gejala lain, maka ia membawa anaknya ke Rumah Sakit Bumi Waras Bandar Lampung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terkait kondisi kesehatan M. Gibran Ramadhan.

"Jadi saya putuskan langsung membawa Gibran ke rumah sakit. Kemudian sesampainya di rumah sakit, anak saya dianjurkan untuk dilakukan rawat inap. Hal ini dianjurkan, untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait penyakit yang diidap oleh anak saya ini," ujar Nopi.

Saat itu, Gibran dirawat di Rumah Sakit Bumi Waras selama dua hari dua malam, karena untuk mengetahui diagnosa penyakitnya lebih lanjut. Terlebih karena saat itu, Gibran keadaan panasnya semakin tinggi, batuk, dan sakit perut.

"Tapi untung saja, kami sudah bergabung sebagai peserta BPJS kesehatan. Awalnya saya khawatir untuk biaya rawat inapnya, namun karena kami sudah naik kelas dari kelas II ke Kelas I, maka biayanya terasa ringan. Walaupun kami naik kelas, tapi penambahannya tidak terlalu tinggi. Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan, yang sudah membantu perawatan anak saya," jelas dia. (FEBRI/PRO2)



#BPJS Kesehatan # BersamaGotongRoyong # JKN-KIS # Lampung # GotongRoyong # BersamaKitaBisa
Berita Terkait
Ulasan
X