Didemo Gara-gara Bantuan Sembako Busuk, TKSK Merbau Mataram Lampung Selatan Klaim Tak Ada Pengaduan

Anggota dan pengurus LSM GMBI saat mendatangi kantor Kecamatan Merbau Mataram, Selasa (30/6/2020). LAMPUNGPRO.CO/FEBRI

LAMPUNG SELATAN (Lampungpro.co): Terkait lima hal temuan yang disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), terutama temuan daging ayam busuk dan jumlah telur yang berkurang. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Merbau Mataram belum menerima data dan laporan dari masyarakat, yang tersebar di 15 desa.

BACA JUGA : Bantuan Program Sembako Kurang dan Busuk, GMBI Demo Kantor Kecamatan Merbau Mataram Lamsel

"Sejauh ini, TKSK tidak ada pengaduan apapun terkait hal ini pengurangan telur dan lainnya. Adanya pengaduan itu seperti telur pecah, kentang busuk, dan ayam yang kondisinya tidak layak. Semua aduan ini, sudah diganti oleh pihak suplayer, setelah saya sampaikan ke mereka dua hari kemudian langsung diganti," kata Ketua TKSK Merbau Mataram Fauzi, Selasa (30/6/2020).

Selain itu, Fauzi juga turut menyayangkan LSM GMBI yang tidak menyebutkan secara jelas data dari desa mana temuan-temuan ini. Dalam melakukan penggantian, TKSK bersama suplayer dan e-waroeng harus menerima dan mengetahui data-data laporan masyarakat terlebih dahulu.

"Makanya kami minta, untuk disebutkan secara rinci datanya dari desa mana saja. Ini juga agar tidak ada fitnah, baik antara suplayer maupun pihak e-waroeng. Asal ada data, jika yang sudah dikomplain jelek akan kita ganti. Namun yang katanya telur berkurang dari 14 jadi 10 atau 12, ini belum ada. Karena kita belum menerima datanya dari GMBI," ujar Fauzi.

Kemudian untuk kacang hijau yang katanya hanya 2 ons ini, TKSK juga belum mengetahui datanya oleh LSM GMBI. Hingga saat ini, Program Sembako di Kecamatan Merbau Mataram memakai jasa suplayer dari PT. RPK Ansoruna.(FEBRI/PRO2)



##program sembako # bpnt # kpm # keluarga prasejahtera # masyarakat berpenghasilan rendah # kementerian sosial
Berita Terkait
Ulasan
X