Tanpa Operasi, Warga Kali Asin Lampung Selatan Lahirkan Bayi Kembar Tiga di RSUDAM

Ketiga bayi kembar anak Anistianita dan Muhammad Muali saat berada di inkubator RSUDAM, Selasa (8/7/2020). LAMPUNGPRO.CO/RSUDAM

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Warga Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan melahirkan tiga anak kembar di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, Senin (6/7/2020) pukul 21.50 WIB. Ketiganya dilahirkan dengan cara normal tanpa operasi, dengan durasi waktu 10 menit.

Ketiganya merupakan anak dari pasangan suami istri Anistianita dan Muhammad Muali. Saat proses melahirkan, Anistianita ini dilakukan penanganan medis oleh dokter spesialis obsetri dan ginekologi RSUDAM Lampung dr. Marzuqi Sayuti, Sp.OG. Setelah lahir normal, ketiganya langsung dilakukan perawatan dokter spesialis anak konsultan perinatologi RSUDAM Lampung dr. Leny Ervina, Sp. A (K).

Kelahiran ketiga bayi kembar  secara normal ini, menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi para dokter dan tenaga medis RSUDAM Lampung. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, RSUDAM Lampung langsung sigap dalam menanganinya. Berkat kesigapannya, mereka bisa membantu melahirkan tiga bayi kembar sekaligus, dalam keadaan normal, sehat, dan selamat baik itu untuk bayi maupun kondisi ibunya.

Dokter Marzuqi Sayuti mengatakan, saat proses kelahiran anak pertama terjadi sekitar pukul 21.50 WIB. Kemudian anak kedua lahir pukul 22.00 WIB, lalu anak ketiga lahir pukul 22.10 WIB. Saat lahir, bayi ini keadaannya dari hitungan kehamilan termasuk kurang bulan. Sehingga saat persalinan, langsung dilakukan penanganan intensif.

"Waktu lahir dia langsung ditaruh di inkubator, kemudian di infus, lalu dikasih obat-obatan antibiotik untuk memperkuat paru-paru. Perkembangan sekarang kondisinya masih sesak nafas, hanya saja sudah berkurang. Tanda-tanda lainnya stabil, namun untuk minum belum bisa dikasih secara buru-buru, artinya nanti akan dilakukan secara bertahap," kata dokter Marzuqi, Rabu (8/7/2020).

Sementara itu dokter Leny Ervina mengungkapkan, ketiganya lahir saat usia kandungan masih tujuh bulan atau 28 minggu. Saat lahir, berat badan ketiganya berbeda-beda yakni 1,4 kilogram, 1,7 kilogram, dan 1,9 kilogram. Beruntung kondisinya dalam keadaan sehat dan tidak ada pendarahan.

"Anak ini kondisinya prematur, terlebih melahirkan tiga anak sangat riskan dan biasanya rata-rata sulit untuk dipertahankan. Ada pun faktor penyebab lainnya yang menyebabkan anak ini lahir kurang bulan, bisa jadi ibunya ada penyakit peserta, rahim tidak kuat, dan lainnya.

Dalam hal ini, didapati bayi lahir ukurannya besar dengan usia hanya 28 minggu, ini gizinya luar biasa bagus dan ibunya infeksnya kondisinya bagus. Pada bayi prematur, Leny menyebut mayoritas ada gangguan pernafasan respiratory distress syndrome (RDS). Sehingga kondisi zat protein surfaktan paru-parunya, belum baik dan mengembang secara optimal sehingga bayinya sesak.

"Untuk kondisi lainnya seperti kelainan darah juga tidak didapati infeksi lainnya, sehingga ini kelainan murni organ prematurnya. Oleh karenanya, mereka mengalami gangguan pernafasan, hingga harus dirawat di Perinatologi. Mudah-mudahan kondisinya bagus dan stabil," ujar Leny.

Hasil penuturan para dokter yang merawat ketiga bayi tersebut, baru pertama kali ini bayi lahir kembar tiga yang kondisi berat badan dan lainnya dalam keadaan normal. Sebelumnya di awal tahun 2020, pernah ada yang melahirkan tiga anak sekaligus, namun kondisinya tidak senormal ini. (FEBRI/PRO1)



#rsudam # persalinan # kandungan # kembar tiga # kelahiran # dokter kandungan # tenaga medis # bidan
Related Post
COMMENTS