Terbaring Sakit, Nenek Saadah tak Lagi Keliling Jual Sapu Lidi dari Pesawaran ke Telukbetung

Nenek Saadah saat terbaring sakit di rumahnya Desa Cilimus, Teluk Pandan, Pesawaran, Jumat (7/8/2020). LAMPUNGPRO.CO/NETIZEN

PESAWARAN (Lampungpro.co): Tubuhnya lemah, berpakaian lusuh sebatas pinggang, dan tertutup dua kain lusuh. Ia terbaring di atas karpet kumal berbantal usang dan tak bersarung.

Kurus berbalut kulit hitam, wajahnya menghadap ke tembok rumah sederhana tanpa cat. Di sisi kepalanya seorang pria kurus berbaju putih pemberian salah satu partai politik. Nenek renta itu Saadah, penjual sapu keliling dan suaminya Muktar warga Dusun Umbul Tabuh Desa Cilimus, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

Foto potret keprihatinan itu diunggah lewat media sosial Facebook Halil Alayyju dengan caption menyayat hati. Dia meminta doa netizen untuk kesembuhan nenek Saadah. 

"Inilah potret ketidakmampuan pasutri dengan usia dan tubuhnya yang tua dan begitu rapuh dengan kehidupan yang apa adanya dan serba kekurangan, dan yang terbaring sakit itu namanya ibu Saadah. Dalam keseharian berdagang keliling sapu lidi hingga jalan kaki dari Hanura tepatnya di Desa Cilimus, Kecamatan Telukpandan, Kabupaten Pesawaran sampai ke Telukbetung dan sekitarnya. Semoga dengan postingan ini ada yang peduli dengan keadaan Beliau yang terbaring sakit, amin," tulis Halil, Jumat (7/8/2020).

Postingan tersebut sontak dibanjiri komentar netizen dan emoticon sedih. Mereka turut prihatin atas kehidupan nenek renta tersebut. Komentar monohok ditulis akun Nuraini Kusbianti. "Apakah dia ngak terima bantuan. Laporkan pada pihak kelurahan melalui RT/RW," di komentar pertama postingan.

Banyak pula netizen mendoakan agar cepat sembuh, seperti di tuliskan akun Taufik Hanura. "Ya Allah sampai kurus, semoga cepat sembuh," tulisnya.

Penelusuran di akun lain Dika Dikdik di group Facebook Info Lampung menuliskan. "Ya Allah, cepat kasih kesehatan ibunda Saadah yang ada di kampung Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Lampung. Ini yang harus menerima bantuan, sudah faqir miskin kena sakit lagi," tulisnya.

Berdasarkan penelusuran tim yang datang langsung ke rumah pasutri tersebut di RT 01/RW 04 Dusun Umbul Tabuh Desa Cilimus, nenek Saadah sejak kemarin dibawa Herman selaku RT setempat ke Puskesmas Rawat Inap Hanura guna perawatan.

Di rumah sederahana pasutri itu hanya ditemui Muktar masih dengan pakaian yang sama saat potret keprihatinan di akun Facebook Halil Allayju. "Sekarang sedang dirawat di Puskesmas Hanura dan diurus oleh RT Herman," kata Muktar.

Menurut Muktar, Istrinya merupakan tulang punggung, sebab Muktar tidak bisa bekerja karena kondisi yang tua bahkan kurang pendengaran. "Sudah tidak bisa kerja, jadi ibu yang kerja. Rumah ini aja merupakan bantuan bedah rumah," pungkasnya. (PRO1)



#kemiskinan # manula # puskesmas # hanura # pesawaran # warga miskin # kesehatan # lampung
Related Post
COMMENTS