Gerakan Serbu Bedah Gubuk Mbah Kalinem di Desa Rulung Raya Natar Jadi Rumah

Suparman Abdul Karim, Pendiri Gerakan Serbu saat berada di rumah Mbak Kalinem. LAMPUNGPRO.CO/DOK.PRIBADI

NATAR (Lampungpro.co): Program Bedah Rumah Gerakan Serbu membedah gubuk Mbah Kalinem (74), warga Dusun Srimulyo, Desa Rulung Raya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, agar layak jadi rumah, mulai Kamis (13/8/2020). Program ini merupakan bagian donasi pembangunan fisik rumah warga miskin dan pembangunan pondok pesantren.

Menurut Suparman Abdul Karim, Pendiri Gerakan Serbu, bedah rumah bertajuk 'Gebyar Kemerdekaan' ini direalisasikan untuk tiga rumah dan satu asrama pondok pesantren seperti rumah Kalinem, Gimin dan Miskem (84 Tahun), Yatinah (69 Tahun), dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lampung Selatan. "Realisasi awalnya adalah membedah rumah Mbah Kalinem," kata Abdul Karim.

Sebelumnya diberitakan Lampungpro.co, rumah wanita lanjut usia ini hanya berukuran 2x3 meter dengan kondisi bangunan yang lapuk dan berlubang dimana-mana. "Rumahnya berlantai tanah dan berdinding anyaman bambu yang rapuh. Layaknya gubuk yang hanya terbagi menjadi dua ruangan, yakni bagian tempat tidur dan bagian ruangan dapur sekaligus tempat menerima tamu," ungkap Suparman.

Suparman menjelaskan Gerakan Serbu merealisasikan pembangunan rumah bata merah permanen 6x6 meter (tipe 36). Rencana anggaran biaya (RAB) mengahabiskan Rp16 juta hingga selesai. Anggaran ini dinilai cukup karena warga sekitar bersedia gotong royong atau sambatan dalam membangunnya.

Para kepala dusun Srimulyo bersama ketua RT mengoordinir warga bergotong royong membangun rumah Mbah Kalinem. Berkat kepedulian warga ini, mampu menghemat biaya hingga 30%. "Semoga program ini dimudahkan Allah dan tanpa hambatan hingga dapat ditempati. Kepada segenap Donatur Gerakan Serbu kami ucapkan terima kasih atas semua kepeduliannya," ujarnya. (ASYIHIN/PRO1)



#bedah rumah # warga miskin # aksi sosial # gerakan serbu # natar # lampung selatan # pondok pesantren
Berita Terkait
Ulasan