Kapolri Minta Aparat Kepolisian Waspada dengan Gerakan Teroris

MAKASAR (Lampungpro.com): Kapolri Jenderal  Tito Karnavian meminta seluruh aparat kepolisian agar hati-hati dan terus waspada terkait dengan gerakan teroris yang mulai menyerang institusi kepolisian. Hal itu, menyusul penyerangan di Mapolres Banyumas, Jawa Tengah, awal pekan ini. "Saya sudah imbau seluruh Kapolda untuk mewaspadai hal itu karena adanya perintah melakukan aksi itu. Saya minta anggota lebih hati-hati dan waspada," kata Tito usai meresmikan Command Center di Markas Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/4/2017).

Selain itu, kata Tito, pihaknya juga meminta jajaran Densus bersama Polda bersinergi untuk menjejaki sel-sel yang mungkin saja mereka akan melakukan aksi teror. Tito menjelaskan kasus Banyumas terkait dengan insiden sebelumnya, ada penangkapan tokoh utama jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Nusantara berada di Lamongan. "Di situ didapatkan data bahwa pimpinan JAD memerintahkan untuk bergerak terutama menyasar kepolisian, sehingga terjadi peristiwa Tuban," kata dia.

Saat itu, lanjut Tito, anggota kepolisian ditembak, tapi Alhamdulillah tidak kena, kemudian dikejar, pelakunya meninggalkan kendaraan masuk dalam kebun dan dikepung jajaran Polri serta TNI setempat. “Di situ kemudian dilumpuhkan," ujar dia. 

Selanjutnya, berlanjut di Polres Banyumas Selasa (11/4/2017) dengan pelaku M Ibnu Dar (22). Tersangka terindikasi memiliki keterkaitan dengan penangkapan terduga teroris di Lamongan dan insiden teror di Tuban. Pelaku menyerang dua polisi bahkan membacok salah satu anggota polisi. "Tentunya ini ada hubungan dengan peristiwa di Lamongan dan Tuban. Sebab, saat bersangkutan (Ibnu Dar) digeledah ditemukan bahan bom termasuk rencana akan membuat bom panci. Ini ada hubungannya dengan dukungan ISIS," kata Kapolri kepada wartawan.

Sebelumnya, penangkapan tiga terduga teroris di Lamongan, Jawa Timur, yakni Zainal Anshori, Hendis Efendi, dan Hasan pada Jumat (7/4/2017). Sehari kemudian, enam terduga teroris menyerang pos polisi di Kecamatan Jenu, Tuban, Jatim. Mereka akhirnya tewas tertembak saat kontak senjata dengan pasukan gabungan Polri dan TNI. Tiga hari setelahnya, insiden di Banyumas kembali terjadi. 

Dari tiga kejadian ini, terindikasi kuat memiliki keterkaitan sebab melibatkan para terduga teroris yang sama-sama berasal dari jaringan JAD Nusantara. "Kami menduga ada hubungannya dengan peristiwa di Lamongan dan Tuban, terutama di Lamongan karena salah satu pimpinan JAD ditangkap," kata dia. (*/ANT/PRO2)



#Kapolri # Kepolisian # Teroris # Kapolda # Lampung # Indonesia # Makassar
Related Post
COMMENTS
X