Satgas Covid-19 Minta Kampanye Pilkada Diganti dari Pengumpulan Massa ke Digital

JAKARTA (Lampungpro.co): Satgas Penanganan Covid-19 meminta agar pengumpulan massa saat kampanye diganti ke bentuk digital untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Hingga 14 September 2020 menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU), ada 60 bakal calon yang dinyatakan positif Covid-19.

"Ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya konser atau acara yang digelar berpotensi munculkan kerumunan dan penularan. Mohon agar peserta pilkada menyesuaikan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers virtual di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Pihaknya meminta aga kegiatan kampanye tidak menimbulkan kerumunan dan penularan, sehingga kampanye bisa dilakukan dengan digital tanpa mengumpulkan massa secara fisik. Menurut Wiku, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama di daerah peserta Pilkada yang masuk dalam zonasi berisiko tinggi. 

Dia menambahkan ada 243 pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan bakal pasangan calon dan parpol. "Beberapa pelanggaran tersebut di antaranya ada yang positif Covid-19 saat mendaftar. Terjadi kerumunan seperti arak-arakan pendukung dan tidak menjaga jarak, serta tidak melampirkan hasil swab saat mendaftar. Calon kepala daerah harus dapat memberi contoh disiplin yang baik kepada masyarakat, semoga ke depannya tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan dalam rangkaian pilkada ini," kata Wiku.

Hingga Kamis (17/9) jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia mencapai 232.628. Dengan penambahan 3.635 kasus ini, terdapat 166.686 yang dinyatakan sembuh dan 9.222 meninggal dunia. Sedangkan jumlah pasien suspek mencapai 103.209 orang. (PRO1)
 



#kampanye # pilkda # satgas covid-19. calon kepala daerah # kpu # bawaslu # lampung # pilkada serentak
Related Post
COMMENTS
X