Banjir dan Longsor Semaka Tanggamus, 228 Hektare Sawah Siap Panen Rusak di Lima Pekon

Areal pertanian terdampak banjir di Pekon Sukaraja, Kecamatan Semaka, Tanggamus, Kamis (1/10/2020). LAMPUNGPRO.CO/DINAS PERTANIAN TANGGAMUS

KOTA AGUNG (Lampungpro.co): Banjir dan longsor untuk ketiga kalinya selama 2020, kembali menerjang Kecamatan Semaka, Tanggamus. Selain menghambat arus lalu lintas, banjir juga merusak 228 hektare lahan sawah yang siap panen.

Menurut data yang dilansir Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Tanggamus, Catur Agus Dwanto, umur tanaman padi yang terdampak banjir berusia mulai 40 hari hingga 75 hari. "Sebagian tanaman siap panen, kerugian masih dihitung," kata Catur Agus Dewanto, kepada Lampungpro.co, Kamis (1/10/2020) sore.

Areal sawah tersebut terdapat di lima pekon yakni Pekon Way Kerap seluas 55 hektare dengan umur tanaman 40-60 hari, Pekon Sedayu seluar 53 hektare dengan umur tanaman 60-80 hari. Kemudian, Pekon Sidorejo umur tanaman 75 hari dan siap panen seluas 37 hektare.

BACA JUGA: Longsor, Jalinbar Tanggamus Hanya Dapat Dilewati Mobil Kecil, Truk Diminta Lewat Jalinteng

Kerusakan terparah terjadi di Pekon Kacapura seluas 75 hektare dengan umur tanaman 60 hari hingga siap panen. Lalu di Pekon Sidojoyo seluas 10 hektare dengan umur tanaman 75 hari hingga siap panen. "Untuk pembagian antara kerusakan ringan, sedang, berat dan puso. Mekanisme yang digunakan selama ini menunggu 2-3 hari setelah kejadian, baru bisa dihitung kerugiannya," kata Catur.

Menurut dia, berulangnya banjir di kawasan ini karena tanaman pengikat air di kawasan hulu sudah langka. "Memang harus dilakukan pendalaman baik saluran sungai hingga irigasi. Kami di pertanian ini yang kena imbasnya tetapi tak bisa eksekusi daerah hulu," kata Catur. (PRO1)
 




#banjir # longsor # semaka # tanggamus # polres tanggamus # jalan lintas barat # bencana alam # lampung # sawah # dinas pertanian
Related Post
COMMENTS