Dukung Program Merdeka Belajar, Universitas Malahayati Teken Kerjasama Lima Lembaga Ini

Rektor Universitas Malahayati Usai MoU Dengan Lima Lembaga | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Dukung program Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Universitas Malahayati Lampung meneken nota kesepahaman (MoU) kerjasama kepada lima lembaga dan instansi sekaligus, di Aula Rektorat Universitas Malahayati, Selasa (17/11/2020). Kelimanya yakni dua penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bandar Lampung.

Kemudian dua lembaga hukum yakni Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung dan Kantor Notaris dan PPAT Bandar Lampung. Serta Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Bandar Lampung. Penandatanganan kerjasama ini, dipimpin langsung Rektor Universitas Malahayati Achmad Farich. Kemudian dilanjut perjanjian kerjasama (MoA) dengan Fakultas Hukum Universitas Malahayati.

Rektor Universitas Malahayati Achmad Farich mengatakan, penyelenggaraan pendidikan tinggi saat ini diberikan bobot porsi berbeda dibanding sebelumnya, khususnya antara akademik maupun pemagangan. Sehingga periode ini ada kebijakan baru berupa Merdeka Belajar, dimana mahasiswa melalukan pendidikan di dalam kampus hanya sampai tujuh semester.

"Oleh karenanya, kami melakukan kerjasama dengan beberapa stakeholder, dimana salah satu kegiatannya mahasiswa magang satu semester. Tentunya ini harus dirancang dengan baik, dimana nantinya akan ditempatkan mahasiswa sesuai kompetensi dan kebutuhan tempat kerja," kata Achmad Farich.

Ada pun capaian dalam kerjasama ini, baik berupa kompetensi utama maupun softskillnya yang akan dicapai. Sebab ini masuk dalam sistem kredit semester (SKS). Sementara saat ini masih lima lembaga, yang selanjutnya akan dikembangkan dan ditambah lagi kerjasamanya.

"Karena ini baru tahap awal, sebab kami punya banyak program studi (Prodi) yang punya partner berbeda-beda. Tujuan dan capaian lainnya disamping pembelajaran mahasiswa dan standar akademik, kami akan membantu kesuksesan program dari para stakeholder," ujar Achmad Farich.

Untuk saat ini, Universitas Malahayati Lampung masih mempersiapkan dan mengkaji lagi program-program Merdeka Belajar ini. Kedepannya mereka akan menjalin kerjasama lagi, dengan semua pihak agar bisa saling membantu diisamping kebutuhan mahasiswa untuk memperoleh kompetensinya. Untuk saat ini, baru Fakultas Hukum yang mempelopori, selanjutnya ada Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, dan Program Studi Kedokteran. (PRO3)

 


>



#Universitas # Malahayati # RSPBA # KPU # Bawaslu # Notaris # LBH # Kerjasama # MoU # MoA # Fakultas Hukum # Merdeka # Belajar
Berita Terkait
Ulasan