Lewat Persidangan, Paman Akui Sebelum Menusuk Syeikh Ali Jaber Terdakwa Kerap Melamun dan Bicara Sendiri

Sidang Virtual Kasus Penusukan Syeikh Ali Jaber | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co):
Terdakwa Alpin Andrian kembali menjalani persidangan ketiganya, atas kasus penusukan Syeikh Ali Jaber saat berdakwah di Bandar Lampung, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang Bandar Lampung, Kamis (3/12/2020). Dalam sidang ketiga ini, memanggil tiga saksi yakni saksi Tim Syeikh Ali Jaber bernama Ardi dan Nizar, serta saksi paman korban Riyandi.

Dalam kesaksiannya, Riyandi mengakui bahwa terdakwa tinggal bersama neneknya sejak kecil, setelah ditinggal ibunya kerja ke luar negeri menjadi TKW. Meski demikian, ia tidak mengetahui asal negara yang dituju ibu terdakwa Alpin. Sementara ayahnya bekerja sebagai serabutan, dan terdakwa pernah menempuh pendidikan sampai SMP.

"Kesehariannya ini, dia melamun dan kadang suka berbicara sendiri. Secara medis, dia ini pernah dibawa ke rumah sakit sekitar tahun 2016 lalu dan pernah mengamuk saat itu," kata Riyandi dalam persidangan.

Saksi sendiri bertemu dengan terdakwa Alpin sekitar Hari Raya Iduladha tanun 2020. Disinggung oleh Majelis Hakim apakah saat kejadian pernah ada gelagat aneh, Riyandi menyebut sejak awal terdakwa memang sering melamun dan berbicara tanpa jelas.

"Untuk tempramennya dengan saya tidak pernah marah-marah. Kalau berantem sama orang lain, saya juga kurang tahu. Sementara perilaku di lingkungan masyarakat juga tidak pernah melihat Alpin berbaur dengan warga sekitar," sebut Riyandi.

Kemudian Majelis Hakim bertanya lagi ke saksi, terkait perilaku terdakwa apakah salat lima waktu dan mengajarinya salat, Riyandi menjawab sejak awal tidak pernah. Saat kejadian penusukan, Riyandi tidak mengetahui akan pergi ke masjid. Sementara terkait kepemilikan senjata tajam yang dipakai, pisau tersebut merupakan milik neneknya. (PRO3)


>

#Syeikh # Ali Jaber # Ulama # MUI # Tusuk # Dakwah # Kajian # Berkas # Kejaksaan Negeri # Bandar Lampung # Sidang
Berita Terkait
Ulasan