Suami Istri Warga Pekon Margakaya Pringsewu Jual Sabu dan Ekstasi, Jadi Begini Ujungnya

Para pelaku pengedar dan penjual narkoba saat ditahan di Mapolres Pringsewu, Rabu (9/12/2020). LAMPUNGPRO.CO/POLRES PRINGSEWU

PRINGSEWU (Lampungpro.co): Pasangan suami istri berinisial AL (25) dan LM (27) yang diduga sebagai bandar narkoba berhasil diamankan Tim Cobra Satnarkoba Polres Pringsewu pada Senin (7/12/2020). Pasangan ini merupakan warga Pekon Margakaya, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu tersebut ditangkap oetugas pada saat sedang menimbang dan mengemas paket narkotika jenis sabu dan ekstasi diruang tengah rumahnya sekira pukul 20.00 Wib.


Dalam proses penangkapan pasangan suami istri tersebut petugas turut mengamankan barang bukti berupa 13 buah plastik klip berisi 3,21 gram Shabu, empat butir pil extasi warna merah, satu buah timbangan digital, satu bundel plastik klip kosong, satu buah bungkus rokok, satu buah gunting, dan satu unit HP.

Selain itu, dari hasil pengembangan petugas kembali mengamankan dua warga Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu A (34) dan BL (37) yang diduga berperan sebagai pengguna sabu yang membeli barang haram dari bandar AL. Pelaku A dan BL diringkus petugas saat sedang berada di kediaman masing-masing pada Selasa (8/12/20) pukul 04.00 WIB. Dari keduanya petugas turut menyita barang bukti berupa lima plastik klip bekas pakai dan alat hisap sabu (bong).

Kasat Reskoba Iptu Khairul Yassin Ariga,menuturkan bahwa penangkapan keempat pelaku tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya laporan informasi yang masuk kepada petugas tentang maraknya peredaran narkotika di Pekon Margakaya. “Penangapan berawal dari adanya informasi kepada kami tentang maraknya peredaran narkotikan di pekon margkaya yang diduga dilakukan oleh pasangan suami istri AL dan LM,” ujar Iptu Khairul Yassin Ariga, mewakili kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Rabu (9/12/2020) siang

Berdasar informasi yang masuk tersebut kemudian oleh tim dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan setelah informasi dinyatakan akurat kemudian petugas langsung melakukan penggerebakan dirumah. “Saat penggrebekan kedua pelaku tertangkap tangan sedang menimbang dan mengemas narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di ruang tengah rumahnya,” ungkap Kasat Narkoba.

Dia menjelaskan saat dilakukan interogasi dihadapan petugas pelaku mengaku menjalani profesi sebagai bandar sabu sejak September 2020. Barang haram tersebut menurutnya didapat dari seseorang berninisial E yang saat ini tengah dilakukan pengejaran oleh aparat. Selain itu, pelaku juga mengaku sabu tersebut oleh pelaku diedarkan di wilayah Kabupaten Pringsewu.

“Pelaku mengaku sebab melakukan bisnis narkoba karena tidak mempunyai pekerjaan tetap dan butuh biaya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” tutur Khairul Yassin

Sementara itu pelaku A dan BL mengaku bahwa sudah lebih dari lima kali membeli sabu dari pelaku AL dengan harga per paket Rp200 ribu dan uang yang dipergunakan untuk membeli tersebut merupakan uang patungan keduanya. Selanjutnya sabu tersebut oleh kedua pelaku biasa dipakai di rumah A. Kasat Narkoba mengungkapkan bahwa saat ini keempat pelaku berikut barang bukti diamankan di lakukan penahanan di Mapolres Pringsewu guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Terhadap pelaku AL dan LM dijerat dengan pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara sedangkan terhadap pelaku A dan BP dikenai pasal 112 ayat (1). Ancaman maksimal 12 tahun penjara. (PRO1)



#narkoba # ganja # sabu # psikotropika # polres pringsewu # polda lampung # pelaku # bandar # pemakai # barang bukti
Related Post
COMMENTS
X