Atasi Kenaikan Bahan Pokok, 10 Titik di Lampung Ini Akan Digelar Pasar Murah

Pasar Murah di Bandar Lampung | Ist/Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Atasi kenaikan harga bahan pokok, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bank Indonesia, serta instansi terkait menggelar operasi pasar atau pasar murah di 10 titik di Provinsi Lampung. Ada pun 10 titik tersebut lima Bandar Lampung, dua Pesawaran, dua Lampung Selatan, dan satu Metro.

Kepala Dinas Perindag Provinsi Lampung Satria Alam mengatakan, pihaknya melakukan stabilitas harga kebutuhan pokok, untuk membantu masyarakat yang saat ini masih terdampak pandemi Covid-19. Stabilitas harga dilakukan dengan menggelar operasi pasar, yang rencananya digelar di 10 titik.

"Ada pun titik tersebut yakni Bandar Lampung di Way Halim (17/1/2021), Telukbetung Utara (2/2/2021), Panjang (25/1/2021), Kemiling (21/1/2021), dan Sukabumi (28/1/2021). Kemudian Pesawaran di Gedong Tataan (15/2/2021) dan Hanura (18/2/2021). Lampung Selatan di Natar (11/2/2021) dan Jatimulyo (8/2/2021). Terakhir Metro di Ganjar Agung, Metro Barat (23/2/2021)," kata Satria Alam, Minggu (17/1/2021).

Dalam operasi pasar tersebut, ada beberapa bahan pokok yang dijual dengan harga murah. Ada pun bahan tersebut yakni beras premium Rp53.500 per 5 Kg, telur ayam Rp20 ribu per Kg, cabai merah Rp40 ribu per Kg. Kemudian tepung Tulip Rp7 ribu per Kg, minyak Mila Rp8 ribu perliter, minyak promo Fortune 5 liter Rp55 ribu, dan minyak Fortune 10 liter Rp110 ribu

"Selain itu, Bulog juga menyediakan paket A seharga Rp25 ribu berisi minyak goreng 1 liter dan gula 1 Kg. Paket B seharga Rp70 ribu berisi beras premium 5 Kg dan 2 krimer kental manis 490 Gram. Paket C Rp55 ribu berisi beras medium 5 Kg dan krimer kental manis 490 Gram," ujar Satria Alam.

Sementara itu, Kepala KPW Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan mengungkapkan, operasi pasar ini dalam rangka pengendalian harga dengan harapan tidak terjadi gejolak harga. "Ada 10 lokasi yang akan menggelar pasar murah. Dalam kegiatan ini, tetap menerapkan protokol kesehatan yakni dengan 3 M dan untuk transaksi kami menggunakan non tunai (QRIS) atau tunai," ungkap Budiharto. (ADEL/FIRDA/DWI/PRO3)


>

#Pemprov # Lampung # Bahan Pokok # Pasar Murah # Perdagangan # Beras # Bulog
Related Post
COMMENTS