Depresi dan Sakit, Bulan ini Empat Warga Lampung Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Ilustrasi aksi bunuh diri. LAMPUNGPRO.CO/DOK

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Aksi gantung diri karena terbelit penyakit dan depresi merenggut empat nyawa warga Lampung di awal 2021. Catatan Lampungpro.co, aksi nekat ini lantaran penyakit menahun yang tak kunjung sembuh, hingga depresi menghadapi masalah hidup.


Mengawali 2021, tepatnya Sabtu (2/1/2021) Mdh (46) ibu rumah tangga warga Dusun 1 Pematangsari, Desa Margasari, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, ditemukan gantung diri lantaran penyakit yang tak kunjung sembuh. Dia melilitkan sehelai kain panjang di pohon waru di kebun milik warga Desa Palas Pasemah.

Menurut warga, korban gantung diri karena mengalami depresi akibat penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Sebelum ditemukan warga, pada Sabtu (2/1/2021) sekitar pukul 17.00 WIB korban keluar rumah. Lama tak kembali, kemudian keluarga mencarinya.

Depresi membawa seorang mahasiswi Institut Teknologi Sumatera (Itera) gantung diri di sebuah rumah Jalan Karimun Jawa, Gang Wisma I, Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (20/1/2021) malam. Mahasiswi bernama Zahra Shiva (21), warga Cianjur, Jawa Barat, itu gantung di pintu kamarnya menggunakan sehelai kain. 

Diduga depresi karena sakit asam lambung menahun yang tak kunjung sembuh, seorang kakek berusia 76 warga Pekon Purwodadi, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, juga nekat gantung diri. Korban ditemukan tewas tergantung menggunakan seutas tali tambang yang diikatkan pada pohon mangga di pekarangan milik warga yang tidak jauh dari rumah korban, Senin (25/1/2021).

Masih pada hari yang sama, seorang warga Dusun Murtirejo Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus ditemukan tergantung dengan seutas tali tambang di salah satu pohon jengkol di perkebunan kopi setempat, Senin (25/1/21) sore. Kapolsek Sumberejo Polres Tanggamus AKP Takarinto mengatakan, korban diduga melakukan bunuh diri bernama Sup (41) warga Dusun Murtirejo Pekon Wonoharjo.

Persoalannya diduga karena masalah rumah tangga. Pasalnya sebelum ditemukan meninggal, istri korban yang berada di Bandar Jaya, Lampung Tengah, menghubungi paman korban dengan mengatakan jika mereka sedang ada masalah dan meminta tolong agar mengawasi korban.

Sebelum menutup Januari, berita warga Lampung bunuh diri, kembali terjadi. Kali ini pilihan mengakhiri hidup itu dilakukan Sukardi (50),  warga Kampung Makarti Tama, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulangbawang. Dia ditemukan meninggal dunia tergantung di pohon cokelat, Rabu (27/01/2021) pukul 20.39 WIB, di belakang rumahnya.

Hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan para saksi, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Sebelum gantung diri, korban sering mengeluh sakit kepala (mengalami sakit vertigo) dan korban diketahui sering menyendiri. 

Umumnya, pihak keluarga korban membuat surat pernyataan kepada petugas untuk tidak dilakukan otopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah. Namun fenomena ini harus mendapat perhatian khusus pihak terkait, apakah karena makin sulit dan mahalnya berobat atau tekanan hidup yang makin berat akibat pandemi Covid-19 ini. (PRO1)
 



#depresi # bunuh diri # korban # lampung # puskesmas # otopsi # penyakit jiwa # sakit
Berita Terkait
Ulasan
X