Reses di Candipuro, Anggota DPD RI Apresiasi Smart Village di Cintamulya

Anggota DPD RI Saat Reses di Candipuro | Ist/Lampungpro.co

LAMPUNG SELATAN (Lampungpro.co): Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Provinsi Lampung Abdul Hakim mengapresiasi konsep smart village di Desa Cintamulya, Candipuro, Lampung Selatan. Hal tersebut diutarakan Abdul Hakim saat melakukan Reses, dalam rangka dialog dan menyerap aspirasi masyarakat dan daerah di Lampung Selatan.

Abdul Hakim meyakini, upaya pemerintah pusat yang ingin menjadikan desa sebagai garda terdepan dalam pembangunan nasional dapat terwujud. Anggota DPD RI Komite IV ini menilai, hal itu dibuktikan dengan apa yang telah dilakukan Desa Cintamulya, yang menjadi percontohan pengembangan smart villagenusantara.

“Ternyata Desa Cintamulya bisa dan telah membuktikan itu. Saya juga meyakini, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong semua pihak, upaya menjadikan desa sebagai garda terdepan pembangunan bangsa dapat terwujud," ujar Abdul Hakim.

Jika semua pihak saling bersinergi dan bahu membahu, maka bisa menghasilkan sebuah prestasi yang sangat luar biasa. Abdul Hakim merasa bangga, dengan model seperti ini, ia yakin tidak lama lagi Lampung Selatan akan punya prestasi yang membanggakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lampung Selatan Rohadian yang mendampingi Reses tersebut, berharap dukungan dari pemerintah terkait program smart village tersebut. Dia menargetkan, kedepan pihaknya akan mengembangkan program smart village tersebut di 256 desa yang ada di Lampung Selatan.

“Saat ini memang terkendala dengan anggaran di desa. Karena memang sebagian anggaran harus dilakokasikan untuk penanganan Covid-19. Kedepan kami berharap program-program kami bisa mendapat dukungan dari pemerintah pusat,” ungkap Rohadian

Sementara Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan M. Sefri Masdian menjelaskan, dalam perkembangannya smart village ini tidak hanya sebatas pada penggunaan teknologi informasi saja. Namun lebih dari itu, upaya pengembangan dan pendayagunaan potensi desa selaras dengan peningkatan nilai ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, untuk menjembatani menjadi masyarakat informasi berbasis digital.

“Smart village menjadi program unggulan, guna mensinergikan pemesanan melalui pelatihan dan pemberdayaan. Sehingga diharapkan nantinya dapat menjadi model percontohan terutama bagi desa di sekitarnya,” jelas Sefri.

Konsep smart village menjadikan desa melek perkembangan teknologi informasi dan membangun keunggulan masyarakat yang melek literasi digital. Sehingga dapat menjadikan nilai tambah, terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang bersifat internal dan eksternal. (RLS/PRO3)


>

#Pemkab # Lampung Selatan # Nanang Ermanto # DPD RI # Abdul Hakim # Smart Village # Teknologi # Desa
Berita Terkait
Ulasan
X