Tak Ada Trotoar dan Jalur Disabilitas, Setahun Tujuh Tunanetra Tewas Tertabrak di Bandar Lampung

Ketua Pertuni Kota Bandar Lampung Bambang Sukoco. LAMPUNGPRO.CO

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Bandar Lampung, mencatat selama setahun terakhir atau selama masa pandemi Covid-19, sebanyak tujuh penyandang tunanetra tewas tertabrak kendaraan bermotor di Bandar Lampung. Kecelakaan itu terjadi, karena tidak ada trotoar dan jalur khusus bagi penyandang disabilitas.


Menurut Ketua Pertuni Kota Bandar Lampung Bambang Sukoco, selama masa pandemi banyak anggotanya yang beralih profesi sebagai pedagang keliling, karena order memijat sepi. Akibatnya, banyak anggotanya berkeliaran di jalanan. 

Dia mengatakan jalan-jalan trotoar yang ada di Kota Bandar Lampung belum memadai untuk para penyandang disabilitas dan tunanetra. "Saya berharap di Kota Bandar Lampung memiliki jalur khusus seperti di Kota Bandung dan Jakarta, sehingga memudahkan dan memberikan rasa aman kepada kami," kata Sukoco kepada Lampungpro.co yang berkunjung ke rumahnya, Kamis (8/4/2021).

Bambang Sukoco menambahkan karena belum memadainya jalan trotoar yang ada di Kota Bandar Lampung, ada  tujuh anggota Pertuni meninggal di jalan raya selama pandemi Covid-19. "Sejak 2020 tujuh anggota kita meninggal di jalan raya, ada yang terserempet dan ada yang jatuh dari trotoar. Biasanya kejadiannya di Enggal dan depan Gereja Tanjungkarang," kata dia.

Dia mengakui selama pandemi Covid-19, banyak anggota Pertuni yang tidak bisa melanjutkan usahanya. "Anggota Pertuni Kota Bandar Lampung berjumlah 170 orang, biasanya keseharian kita ada yang berjualan kerupuk, pijat, dan ada yang bermain orgen. Namun, selama Pandemi ini kami tidak ada orderan. Jadi sebisanya bertahan dengan kemampuan kami dan dari bantuan Kota Bandar Lampung," tuturnya.

Ketua Pertuni Kota Bandar Lampung berharap, kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung agar dapat diberikan bantuan lebih kepada para anggota dan keluarga Pertuni, supaya dapat merasakan kesejahteraan dari kepemimpinan Wali Kota Bandar Lampung yang baru. Dia mengatakan anggota Pertuni masih banyak yang belum mendapatkan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya.

Terakhir, dia juga meminta kepada Wali Kota Bandar Lampung agar dapat diberikan jalur khusus untuk disabilitas dan tunanetra, agar dapat merasa aman dan terjamin keselamatan di jalan raya. (SANDY/PRO1)



#disabilitas # tunanetra # difabel # trotoar # jalan raya # jalur khusus # bandar lampung # pertuni # kecelakaan
Related Post
COMMENTS
X