Dosen dan Tendik Universitas Malahayati divaksin Covid 19

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Sebanyak 450 Dosen dan Tenaga Kependidikan (tendik) Universitas Malahayati Bandar Lampung menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama, Kamis (8/4/2021). Pemberian vaksin jenis Sinovac ini, berlangsung di Graha Bintang dengan menerapkan protokol kesehatan.


Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung, Dr. Achmad Farich, dr., MM mengatakan Unmal mendapat giliran sebagai perguruan tinggi ke empat dari Dinas Kesehatan Lampung untuk dilaksanakan vaksinasi kepada dosen dan tendik. 

"Kita upayakan penuhi target sesuai quota dari dinas kesehatan sebanyak 450 orang," kata Farich

Achmad Farich menjelaskan selama ini Satgas Covid Universitas terus mensosialisasikan Protokol Kesehatan 5M plus vaksinasi, jadi tingkat kekhawatiran efek samping paska vaksin di kalangan dosen dan tendik sangatlah kecil.

"Tingkat pola pikir efek vaksin itu tidak baik sangat kecil di tataran tendik. Apalagi di sini ada kebijakan terkait persiapan belajar tatap muka, semua tendik diwajibkan  sudah harus divaksin. Bagi dosen yang belum divaksinasi tidak diperkenankan memberikan pembelajaran secara tatap muka," jelasnya

Rektor akan mengevaluasi bagi para tendik yang ditolak untuk vaksin oleh petugas medis dengan berbagai macam faktor penyebab. "Jika hanya karena faktor sesaat karena kecemasan sehingga tensi tinggi, nanti kita akan ikutkan di tahap selanjutnya. Namun bagi yang memang penyakit berat, kita sarankan tetap jalani pengobatan," ujarnya.

Dekan Fakultas Teknik Unmal  Ir. Yan Juansyah, D.EA yang juga ikut divaksin meyakini tidak ada efek samping yang membahayakan dirinya, sehingga dia mau menjalani vaksin. 

"Gak ada keluhan, saat screening tidak ada sakit bawaan yang saya laporkan. Semoga baik-baik saja setelah divaksin," pungkasnya.

Yan mengajak masyarakat untuk tidak takut menerima vaksin Covid-19, apalagi hal itu merupakan anjuran dari pemerintah.
"Masyarakat harus tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk kebaikan kita semua. Banyak yang takut vaksin karena animo masyarakat tentang berita-berita yang beredar sehingga membuat masyarakat khawatir dan trauma untuk vaksin," terangnya. (Pro2).



#Universitas Malahayati # Tatap Muka # Vaksin # Covid 19
Berita Terkait
Ulasan