Hendak Dikirim ke Banten, Penyelundupan Dua Ekor Orang Utan Digagalkan Petugas Pelabuhan Bakauheni

Petugas Balai Karantina Saat Mengamankan Orang Utan | Ist/Lampungpro.co

BAKAUHENI (Lampungpro.co): Balai Karantina Pertanian Lampung menggagalkan upaya penyelundupan illegal hewan langka, jenis anak orang utan di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Senin (26/4/2021) malam. Total ada dua ekor orang utan yang diamankan bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

Sub Koordinator Karantina Hewan Akhir Santoso mengatakan, berdasarkan investigasi di lapangan, orang utan tersebut berasal dari Lubuk Pakam, Sumatra Utara, yang rencananya akan dibawa ke Tangerang, Banten. Saat diamankan, orang utan tersebut dimasukkan dalam keranjang buah berukuran kecil dan ditempatkan pada bagasi bus.

"Orang utan Sumatera berjenis kelamin jantan dan betina atau sepasang ini, diperkirakan berumur kurang dari satu tahun. Kedua ekor orang utan ini diduga kuat merupakan bentuk praktik jual beli satwa," kata Akhir Santoso dalam keterangannya, Selasa (27/4/2021).

Saat ini Orang utan Sumatra (Pongo abelli) yang merupakan spesies langka sedang diamankan di Kantor Karantina Pertanian Lampung untuk penanganan lebih lanjut. "Sekarang kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Selanjutnya kami akan segera berkoordinasi dengan pihak BKSDA, untuk proses lebih lanjut," ujar Akhir Santoso.

Selain orang utan, tim gabungan juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 20 ekor burung puyuh tarun-tarun dan 30 ekor burung madu asal Lampung, dimana burung-burung terseut rencananya akan dibawa ke Jakarta.

Pelaku telah melanggar Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi SDA hayati, dengan ancaman pidana paling lama lima tahun, denda maksimal Rp2 miliyar. (PRO3)


>


#Balai # Karantina # Pertanian # Lampung # KSKP # Bakauheni # Lampung Selatan # Orang Utan # Pengelundupan # BKSDA
Related Post
COMMENTS