Begawan Pertanian, Guru Besar Ilmu Tanah Universitas Lampung Muhajir Utomo Akhiri Perkuliahan

Guru Besar Ilmu Tanah Prof. Dr. Ir Muhajir Utomo. LAMPUNGPRO.CO/DOK.PRIBADI

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Selasa (27/4/2021) pagi beredar foto di kalangan dosen Universitas Lampung (Unila) berisi kabar tentang perkuliahan terakhir dari seorang Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, MSc. Dosen Unila ini pantas disebut begawan karena dikenal cerdas dan peduli. 

MU begitu kami mengenalnya, memang bukan guru besar biasa. Pemikirannya membuat dia sangat pantas untuk dipanggil begawan. Buat saya, karya-karya dan pemikirannya yang memang out of the box.

Kecerdasannya yang luar biasa, menjadikan salah seorang gurunya yakni Prof. Sitanala Arsyad, menyampaikan langsung kekagumannya kepada saya beberapa tahun lalu. "MU itu murid saya yang sangat cerdas," ujar Sitanala Arsyad saat itu. 

Saya juga banyak menyimak, belajar, dan menerima pemikirannya. Terutama saat menulis sosok Beliau untuk buku '50 Tokoh Inspirasi Unila' yang saya tulis menyambut ulang tahun emas Unila beberapa tahun lalu. Saat memimpin Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unila, Beliau sering saya undang sekedar duduk santai atau berdiskusi untuk pengembangan riset. 

Ucapannya sangat cair, lugas, dan mudah dipahami, menghadirkan rasa salut buat dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Unila ini. Karya-karya tulisnya sangat menginspirasi. 

Pemikirannya tak pernah berhenti diberikan untuk membangun Unila yang sangat dia cintai hingga akhir baktinya. Dalam percakapan terakhirnya dengan saya beberapa waktu di Nuwo Gunung, rumah Beliau di kawasan Sukadanaham, Bandar Lampung, Beliau masih sangat bersemangat menyampaikan visinya membangun riset di Unila. 

Dekan Fakultas Pertanian Unila Prof. Irwan Sukri Banuwa (kiri) bersama Prof. Muhajir Utomo. LAMPUNGPRO.CO/ADMI SYARIF

MU memang sangat dikenal teratas untuk bidang ilmu yang dia geluti yakni Tata Olah Tanah (TOT). Dia memilih bidang Ilmu Tanah di Fakultas Pertanian Unila, hingga berhasil meraih gelar master dan doktoral di University of Kentucky, Amerika Serikat.

Sepulang dari Amerika Serikat, dia dikenal sebagai peneliti yang handal di bidang TOT. Sejak saat itu, tak terhitung gagasan atau pemikirannya memprovokasi kebijakan baru di bidang pertanian. 

Melalui teknologi ini, dia meng-copy paste ekosistem hutan pada lahan pertanian, khususnya lahan kering. “Mengapa di hutan berbagai tanaman tumbuh subur tanpa harus mengolah tanah dengan dibajak atau dicangkul. Hal ini karena ekosistemnya berjalan seimbang,” urainya. 

TOT dilaporkannya mampu menurunkan emisi gas rumah kaca yang disebabkan sektor pertanian sangat signifikan hingga 76%. MU dikenal sebagai anak petani lahan kering di daerah transmigrasi Kabupaten Pringsewu, yang menggapai karir tertinggi akademik sebagai guru besar.

Dia juga menjabat Rektor Unila dua periode (1998-2007). Rektor kelahiran Pringsewu 16 Juli 1950 ini, meletakan landasan yang kuat akan hadirnya budaya riset di Unila. 

Pencapaian luar biasa ini tentulah tak digapai seorang MU dengan mudah. Perjalanan pendidikannya dari Institut Pertanian Bogor, hingga menempuh program master dan doktoral di Negeri Paman Sam di University of Kentucky juga dilaluinya dengan kerja keras

Dang mewang, dang miwang, dang mewang bumei Lappung. Purna tugasnya salah satu putra terbaik Lampung ini memang pantas membuat kita bersedih, meski tak harus berlinang air mata. 

Sebagai penghargaan terhadap Kakanda MU yang telah menunjukan baktinya Unila, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Insha Allah, kami yunior kohai-kohai ini akan terus meneladani dan meneruskan semangat kakanda untuk Unila yang lebih baik.

Demikianlah, Prof. Dr. Muhajir Utomo, ilmuwan yang sudah berkontribusi besar mengembangkan Universitas "Lampung". Kesedihan kali ini tentumya milik kita semua masyarakat Lampung. Semoga sehat selalu Kakanda dan dang lupo bahagia, geh! (Dr. Eng. Admi Syarif, Dosen Ilmu Komputer FMIPA Universitas Lampung).

 



#universitas Lampung # dosen # guru besar # muhajir utomo # ilmu tanah # pertanian # purna bakti # mahasiswa
Related Post
COMMENTS