Korupsi Dana Desa Rp257 Juta, Mantan Kepala Pekon di Tanggamus Dituntut Lima Tahun Penjara

Sidang Korupsi Dana Desa Tanggamus | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Mantan Pejabat (Pj) Kepala Pekon Sukarame, Talang Padang, Tanggamus Dedi Hermansyah dituntut lima tahun tiga bulan pidana penjara, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus korupsi dana desa tahun anggaran 2019. Selain itu, Dedi Hermansyah juga dituntut hukuman denda Rp200 juta sub tiga bulan kurungan penjara.

"Terdakwa Dedi Hermansyah dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Dengan ini menuntut terdakwa agar dihukum lima tahun tiga bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan penjara," kata JPU saat sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang Bandar Lampung, Jumat (30/4/2021).

Selain itu, JPU juga menuntut dan membebankan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti senilai Rp257,9 juta. Apabila uang pengganti itu tidak dibayarkan, maka harta benda akan disita dan dilelang, apabila tidak mencukupi maka diganti dengan hukuman pidana dua tahun delapan bulan penjara.

Terdakwa Dedi Hermansyah dinilai melanggar Pasal 2 Juncto Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Sebelumnya terdakwa ini menyelewengkan dana desa senilai Rp257,9 juta.

Ada pun kasus ini bermula, saat Pekon Sukarame menerima dana desa tahun 2019 senilai Rp1,1 miliar lebih. Saat itu Dedi Hermansyah meminta uang kepada bendahara pekon. Permintaan uang tersebut dilakukan terdakwa sebanyak tujuh kali yang dibuatkan kwitansi.

Ada pun alasan pemintaan dana itu untuk keperluan pekon, pengadaan pos ronda dan tarub, belanja pekon, transportasi perangkat pekon, seragam batik PKK. Namun semua pengadaan itu tidak terealisasi, dengan alasan untuk keperluan pribadi dan membayar utang. (***)

Editor : Febri Arianto


>

#Korupsi # Dana Desa # Pejabat # Pekon # Talang Padang # Tanggamus # Pengadilan
Related Post
COMMENTS