Lima Mantan Ketua Umum Hipmi Lampung Bekali Calon Pengurus dengan Pengalaman Bisnis

Para mantan Ketua Umum Hipmi Lampung saat foto bersama usai pembekalan di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Jumat (7/5/2021) malam. LAMPUNGPRO.CO/IYAR ZARKASIH

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Lima mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Lampung memberikan pembekalan kepada para calon pengurus BPD Hipmi Lampung masa bakti 2021-2024 di Hotel Novotel Bandar Lampung, Jumat (7/5/2021). Pembekalan ini adalah pertemuan pertama setelah Hipmi menggelar Musyawarah Daerah XIV pada 31 Maret 2021 yang aklamsi memilih Ahmad Giri Akbar sebagai ketua umum.


Pembekalan yang dilakukan setelah buka puasa bersama itu dihadiri Ketua Umum Hipmi Lampung pertama yakni Abdul Azib Zanin (1977-1980). Kemudian, Muhar Gusti (2001-2004), Zaenal Asikin (2004-2008), Rahmat Mirzani Djausal (2008-2011), Rivan Novendra Salim (2011-2014), dan Arie Nanda Djausal (2017-2021). Pembekalan ini dipandu Pemimpin Redaksi Lampungpro.co Amiruddin Sormin.

Hipmi Provinsi Lampung yang dikukuhkan pada 20 September 1977, menurut Muhar Gusti, banyak melahirkan pengusaha dan pemimpin di Provinsi Lampung. Berkaca dari itu, Muang, sapaan akrabnya, mengajak para calon pengurus untuk sungguh-sungguh berkiprah di Hipmi selama tiga tahun ke depan.

"Manfaatkan jaringan Hipmi untuk membesarkan usaha. Hipmi kini punya empat kader yang menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. Ini artinya, Hipmi adalah wadah kaderisasi pengusaha yang mampu menghasilkan para pemimpin," kata Muhar Gusti yang juga ayah dari Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa itu.

Tantangan Hipmi dari tahun ke tahun menurut Zaenal Asikin, terus berubah. Untuk itu, dia meminta pengurus untuk dapat menyesuaikan tren bisnis, terutama yang berbasis digital. "Hipmi akan terus melahirkan kader terbaiknya, sepanjang para pengurus mampu menjawab tantangan zaman terlebih dalam masa pandemi Covid-19 ini," kata Zaenal Asikin.

Kepada para calon pengurus, Rahmat Mirzani Djausal meminta agar dapat berkolaborasi memanfaatkan potensi yang ada. Berdasarkan pengalamannya memimpin Hipmi, kepengurusan hendaknya bersifat kolegial, karena organisasi ini beranggotakan para pengusaha. "Jangan pandang kecil besar usahanya, tapi lihat potensinya," kata Rahmat Mirzani, yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Lampung itu.

Sedangkan Rivan Novendra Salim, meminta pengurus Hipmi untuk membangun integritas dalam berbisnis. Dia meminta agar jangan ada anggota dan pengurus Hipmi yang berbuat curang dalam berbisnis. "Kita butuh pengusaha muda yang dipercaya dan memiliki integritas tinggi dalam membangun Lampung," kata Rivan.

Di akhir pembekalan, Arie Nanda Djausal berharap di bawah kepemimpinan Ahmad Giri Akbar, Hipmi tetap kompak dan solid. Arie Nanda mewarisi kepengurusan Hipmi yang terbentuk di 15 kabupaten/kota se-Lampung. Terlebih, kata Arie, seluruh kepengurusan itu langsung dilantik di daerah masing-masing. 

"Dukungan para kepala daerah atas Hipmi sangat besar. Oleh karena itu, saya berharap di bawah Ketum Giri, soliditas dan dukungan itu tetap dapat dipertahankan," kata Arie yang kini didapuk sebagai Pembina Hipmi Lampung itu. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Reporter: Topan



#hipmi # pengusaha muda # musyarawarah daerah # gubernur lampung # ekonomi # investasi # pertumbuhan ekonomi
Berita Terkait
Ulasan