Bernilai Rp256,9 Triliun, Gojek dan Tokopedia Bergabung Menjadi GoTo Group

Salah satu CEO Gojek, Andre Soelistyo dan pendiri dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya (kanan) . LAMPUNGPRO.CO/GOTO GROUP

JAKARTA (Lampungpro.co): Dua perusahaan rintisan terbesar di Indonesia, Gojek dan Tokopedia, Senin (17/5/2021) mengumumkan bergabung alias merger, demikian dilansir dari Reuters dan CNBC, sebagaimana dilansir Suara.com (jaringan Lampungpro.co). Gabungan Gojek dan Tokopedia ini membentuk sebuah entitas baru bernama GoTo Group.


Belum diketahui berapa transaksi yang tercatat dalam merger itu. Tetapi Gojek dalam pernyataannya mengatakan langkah ini merupakan deal bisnis paling besar di Indonesia. Pada Januari lalu, Reuters mewartakan bahwa merger antara Gojek dan Tokopedia akan bernilai sekitar 18 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp256,9 triliun.

Dengan merger ini, GoTo Group akan menjadi startup paling besar, dengan jangkauan paling luas di Tanah Air. Pada April lalu, Bloomberg mengatakan bahwa perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia akan memiliki valuasi sekitar 40 miliar dolar AS atau lebih dari Rp571 triliun.

Tepat seperti yang diduga sebelumnya, GoTo Group ini akan dipimpin oleh salah satu CEO Gojek, Andre Soelistyo. Sementara Patrick Cao, presiden Tokopedia, akan menjabat sebagai presiden grup baru ini.

Bos Tokopedia, William Tanuwijaya, masih akan memimpin layanan ecommerce tersebut. Sementara Kevin Aluwi, bos Gojek yang lain, akan memimpin unit bisnis transportasi online. Andre, selain sebagai CEO grup, juga akan menjadi bos di unit bisnis keuangan GoTo.

Bulan lalu memang dikabarkan bahwa Andre juga akan memimpin unit bisnis finansial bernama Dompet Karya Anak Bangsa alias DKAB. Kabar lain pada bulan lalu juga menyebut bahwa Gojek akan menguasai 58% saham dalam GoTo Group, perusahaan hasil merger. Sementara sisanya dipegang oleh Tokopedia. (***)

Editor: Amiruddin Sormin




#akusisi # merger # tokopedia # gojek # saham # starup # e-commerce # bisnis # finansial
Related Post
COMMENTS