Operasi Ketupat Berakhir, Rapid Test di Rest Area Gadingrejo Pringsewu Lanjut hingga 25 Mei

Pos Pengamanan Operasi Kraktau di Gadingrejo, Pringsewu, Senin (17/5/2021). LAMPUNGPRO.CO/HUMAS POLRES PRINGSEWU

PRINGSEWU (Lampungpro.co): Pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2021 berakhir Senin (17/5/2021). Namun personil gabungan Polres Pringsewu, TNI dan pemerintah daerah terus menggelar screening arus balik Lebaran 2021 di Jalan Lintas Barat di Komplek Rest Area Gadingrejo, Pringsewu.


Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih yang berplat luar daerah kembali dilakukan pemeriksaan secara ketat, tak luput puluhan warga luar daerah juga di tes Covid-19. Kabag Ops Polres Pringsewu AKP Martono, menjelaskan sehubungan akan berakhirnya Operasi Ketupat 2021 pada tengah malam nanti, pihaknya dengan dibantu instansi terkait lainya terus melakukan berbagai upaya penanganan dan pencegahan Covid-19. 

Salah satunya melaksanakan screening arus balik lebaran dan rapid test antigen Covid-19 terhadap penumpang. "Hari terakhir pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 kami terus melakukan pemeriksaan arus balik lebaran, dan juga melakukan rapid test antigen terhadap penumpang yang dipilih secara random," ujar AKP Martono, Senin (17/5/21) siang.

Di hari terakhir Operasi Ketupat sebanyak 26 kendaraan dari berbagai jenis telah dilakukan pemeriksaan. Sebanyak 28 warga luar Lampung menjalani tes Covid-19 guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang dibawa pemudik. "Dari puluhan kendaraan yang dilakukan pemeriksaan memenuhi persyaratan perjalanan sementara dari 32 orang penumpang yang dites covid-19 secara random dan merupakan warga luar Lampung hasilnya nonreaktif Covid-19," kata AKP Martono.

Kabag Operasi menjelaskan, meskipun Operasi Ketupat akan berakhir, namun kegiatan screening arus balik Lebaran masih akan tetap digelar hingga 26 Mei 2021 melalui program kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). "Setelah berakhirnya operasi ketupat pelaksanaan screening tetap berlanjut sampai 26 Mei mendatang," kata AKP Martono. (***)

Editor: Amiruddin Sormin



#covid-19 # protokol kesehatan # zona merah # operasi yustisi # razia # sanksi # denda # geNose-19 # alat tes # pariwisata
Berita Terkait
Ulasan